Jadwal selama di Madinah
Selama di Madinah, para jamaah akan berada selama 8 hari untuk menjalankan sholat Arba’in (lepas dari pro dan kontranya hadist), yaitu sholat wajib berjama’ah di masjid Nabawi sebanyak 40 raka’at. Terlewat 1 sholat saja, maka harus dipenuhi di waktu sholat yang lain--agar terpenuhi jumlah 40 raka'atnya. Sedangkan untuk mengejar raka'at yang tertinggal saja sepertinya tidak mungkin, karena berada di Madinah benar-benar dipas dalam waktu 8 hari saja. Itu pun hitungannya sangat ketat, setelah sholat terakhir (dimana genap 40 raka’at), maka langsung berangkat ke Makkah. Jika ingin aman, kita bisa mencuri start di awal -- ketika baru tiba di Madinah. Tapi bagi baru datang ke Madinah, rasanya sangat tidak mungkin, jika dapat tahu segera lokasi dan posisi hotel + majid atau beres koper dan segera dapat kamar, sehingga dapat segera melaksanakan sholat jamaah di masjid di saat baru tiba di hotel madinah.
Jadwal di Madinah dirasakan sangat padat. Kita seperti terikat oleh waktu, karena setiap waktu sholat harus selalu berada di masjid. Seolah-olah seperti tidak ada kegiatan lain selain ke masjid. Karena memang begitulah yang diatur di Madinah. Bayangkan saja, jam 2 pagi kita sudah bersiap-siap untuk datang ke masjid, bagi yang ingin sholat lail di masjid. Itu bagi yang menginap di hotel yang terletak di depan masjid Nabawi. Tapi bagi yang jauh? Tentu harus mempersiapkan lebih matang lagi untuk pergi ke masjid.
Karena keberadaan kita di Madinah-- sudah diatur oleh Depag-- hanya agar dapat mengerjakan sholat arba’in yaitu 8 hari saja. Sehingga jika tidak ada kegiatan yang penting-penting sekali, lebih baik tidak usah dilakukan. Karena kita pun harus menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Sebagai kloter di gelombang satu, maka perjalanan kita masih panjang. Karena masih harus menunggu di Makkah selama 3 minggu, hingga tiba proses hajian selama 5 hari.
Untuk itu saya berusaha membuat jadwal di Madinah, seperti ini :
1. Jam 2 pagi sudah bangun.
2. Segera siapkan air di teko listrik dan nyalakan, sambil nunggu mendidih, saya bersiap ke mesjid, sikat gigi dan ganti baju.
3. Setelah air mendidih, segera digunakan untuk makan pop mie dan susu.
4. Sengaja saya sekalian makan, karena makan pagi agak sulit dilakukan bagi saya yang sendiri. Karena pagi-pagi, setelah shubuh dilanjutkan ke Raudhoh. Jadi sayang sekali jika harus kembali dulu ke hotel, atau pergi keluar masjid guna beli jajanan.
5. Tidak lupa membawa bekal botol aqua (untuk diisi air zamzam), permen dan kurma (untuk mengganjal perut :)).
6. Tidak lupa membawa sajadah, jaket, qur’an digital, terjemahan Alqur’an, agenda harian, dan pulpen.
7. Jam 3 pagi, keluar dari hotel. Keluar jam 3 pagi, karena masjid sangat dekat sekali, berada di depan hotel dan tinggal melangkah ke luar saja :).
8. Di masjid, diisi dengan sholat lail (adzan sholat lain jam 4 pagi), sholat mutlak, berdoa, baca Al quran, berdzikir.
9. hingga tiba adzan subuh (yaitu jam 05.33). Segera sholat sunat sebelum subuh, dan sholat subuh jam 05.50.
10. lalu diteruskan jadwal ke Raudhoh jam 06.30 berkumpul di tempat akhwat, pintu 25 atau pintu 29. Pengalaman ke Raudhoh dapat dibaca klik di sini.
11. Jam 07.00 waktu-waktu menuju Raudhoh. Selesai jam 09.30-an.
12. Bisa kembali ke hotel untuk sarapan atau istirahat.
13. jam 11, bersiap-siap kembali ke masjid, guna sholat dzuhur jam 12.20. Datang secepat mungkin ke masjid, agar tidak kebagian di luar masjid. Karena pada jam ini, jam panas-panasnya matahari berada di puncak, di atas kepala kita :).
14. setelah sholat dzuhur, kembali ke hotel, untuk makan siang.
15. jam 14, bersiap-siap kembali ke masjid, guna sholat ashar (15.20). Persiapkan juga siapa tahu ingin tetap di masjid menunggu sholat magrib, dan tidak kembali ke hotel setelah sholat ashar. Biasanya saya tidak kembali ke hotel, tapi dipergunakan untuk tidur sejenak di masjid. Lalu jam 16.45 saya ke toilet untuk berwudhu. Lumayan.. bisa tidur setengah jam lebih untuk mengumpulkan tenaga di waktu malam alias belanja hehe.. ;).
16. selanjutnya silakan mengatur jadwal senyaman mungkin. Karena waktu sholat magrib jam 17.39. Untuk info saja, pada sholat magrib, biasanya jamaah terasa banyak, sehingga masjid lebih terasa cepat penuhnya :).
17. Dan jadwal sholat isya, jam 19.10
18. Setelah sholat isya, jadwal bebas :).
Sedangkan jadwal saya sendiri, pada mulanya nomor 18 akhirnya diisi jalan-jalan. Lalu kemudian merambat, karena dirasa waktu di Madinah semakin sempit, akan segera pergi ke Makkah. Maka pada akhirnya, di sela-sela waktu setelah dari Raudhoh dan sholat dzuhur (poin nomor 12), saya suka isi juga dengan berbelanja ke pasar makam baqi—dapat di klik di sini. Lalu malam-malam, saya pernah isi juga belanja di pertokoan seberang arah Raudhoh (masjid Nabawi) --- dapat di klik di sini. Dan juga jalan-jalan di pertokoan depan Raudhoh alias depan hotel—dapat di klik di sini. Huehuheee.. ternyata banyak juga ya jalan-jalannya si Alivia..
Bagi yang punya penyakit maag, silakan atur cemilan secukupnya dan berusahalah selalu tenang (tidak usah jadi bawaan stress, dsb yang dapat memicu kambuhnya maag :)). Ke masjid boleh membawa makanan dan minuman, asal dalam jumlah yang wajar dan botol minuman sebanyak satu buah. [Alivia]
Labels: di Madinah



