6/05/2006

Sholat Magrib Pertama di Madinah

[Madinah] Suasana sholat magrib pertama kali ini diwarnai dengan mimisan (keluar lagi). Lalu saya pun menyumbatnya dengan kapas yang sudah dicelup pada air zamzam. Kapas basah membuat hidung menjadi tidak perih. Karena memang udara kering yang menyebabkan hidung menjadi perih.

Saya bolak-balik mengambil kapas baru yang sudah dicelup air zam-zam, untuk mengganti kapas di hidup yang sudah mengering.

Teman baruku itu yang melihat gelagatku tersebut, memberi saran, lain kali bawa saja handuk basah guna menutup hidung. Ternyata beliau pun punya masalah yang sama pada hari pertama kedatangannya di Madinah dan terbantu sekali dengan membawa handuk basah. Saya mengiyakan.

Tahu-tahu beliau mengeluarkan handuk kecilnya dan memberikan pada saya. Kata beliau, “pakai saja handuk saya. Belum saya pakai kok.” Saya ragu menerimanya. Bukan karena apa-apa, karena saya tahu handuk sangat berguna selagi di negeri orang. Apalagi handuknya bagus :). Saya berusaha menolaknya. Tapi kata beliau ambil saja. Dan saya tetap tidak mau menerima, lalu saya berpikir, “Insya Allah besok kita bertemu di Raudhoh, handuknya akan saya kembalikan besok ya.. :)”, pintaku. Beliau mengiyakan saja.

Maka saat itu, saya sangat terbantu sekali dengan handuk tsb. Bahkan handuk tsb saya gunakan sebagai masker hidung pengganti masker hijau ala dokter tsb :). Alhamdulillah.. sangat nyaman.

***

Tidak cukup sampai di situ, setelah sholat isya, temanku itu pun mengajak ke hotelnya dan menunjukkan tempat-tempat berbelanja. Karena saya baru hari pertama di Madinah, ya saya antusias saja ketika diajaknya. Alhamdulillah.. saya jadi tahu sedikit sikon di Madinah dan tempat berbelanjanya :).

Akhirnya tiba pukul 21.30, toko-toko sudah mulai tutup. Dan pintu-pintu masjid pun sudah ditutup. Kami memutuskan pulang. Temanku itu menawarkan untuk mengantarkan aku sampai hotel, khawatir ada apa-apa di jalan. Tapi lagi-lagi saya menolaknya, karena khawatir beliau pun kecapean setelah mengantarku ke mana-mana. Saya meyakinkan beliau, Insya Allah saya sudah ingat bentuk masjid Nabawi dan arah ke hotelku. Sehingga Insya Allah akan aman. Maka kami pun berpisah dan berjanji besok setelah subuh ketemu di pintu masuk menuju Raudhoh. Insya Allah..

***
Alhamdulillah.. hari pertama di Madinah terlewati dengan penuh hikmah, ada sedih (hilang tasbih), kelelahan sudah pasti, ada keraguan tentang tata cara, ada jawaban atas keraguan, dan mendapat petunjuk lainnya :). Alhamdulillah.. semoga untuk selanjutnya pun selalu diberikan kemudahan dan kelancaran. Amin .. (doa yang tidak pernah dilupakan tiap saat). [Alivia]

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

<< Home