6/05/2006

Petunjuk ke Raudhoh

[Madinah] Setelah hasil ke Raudhoh pertama kali tadi, saya masih ragu apakah caranya seperti yang tadi saya lakukan. Saya yakin pasti bukan begitu caranya, tapi ada cara lainnya hingga saya dapat masuk dalam Raudhoh. Tapi bagaimana caranya? Saya merenung sambil bersiap-siap sholat dzuhur ke masjid. Alhamdulillah masjidnya tinggal menyebrang saja, jadi tidak terlalu terasa terburu-buru.

O ya, waktu siang ini, hidung saya mimisan :(. Padahal masker selalu terpasang, tidak pernah dilepas. Dan terasa sekali hidung sangat perih, walau sudah pakai masker. Kata teman, seharusnya memakai masker yang beli khusus di apotik, yang ada untuk kompresan airnya.

Tapi apotiknya juga dimana :(. Saya belum mengenal wilayah, wong baru tiba malam tadi :). Akhirnya tetap pergi ke masjid, dengan membawa kapas. Terasa lebih enak, hidung dimasukkan kapas yang sudah dicelup ke air zamzam. Terasa lebih segar dan tidak perih.

***
Saat ini, saya pergi berdua ke masjid untuk sholat dzuhur. Tidak lupa saya mencatat waktu adzan dzuhur di notes yaitu 12.20. Pasti akan berguna (dan memang terbukti berguna sekali :) ).

Setelah sholat dzuhur, kami pulang ke penginapan untuk makan siang. Lalu ashar pergi lagi ke masjid. Waktu Ashar saat itu 15.20. Ini pun hasil mencatat, bukan info dari ketua kloter/pembimbing :). Jadi.. harus rajin mencatat :).

***
Setelah ashar, teman-teman kembali pulang ke hotel. Tapi saya merasa lelah sekali dan mengambil keputusan untuk tetap tinggal di masjid. Barangkali lumayan untuk istirahat sambil menunggu waktu maghrib.

Sambil menunggu, alhamdulillaah ada teman baru. Ngobrol punya ngobrol ternyata beliau sudah hari ke tiga di Madinah. Beliau bertanya apakah saya sudah ke Raudhoh belum hari ini (di hari pertama saya di Madinah). Saya ceritakan pengalaman saya tadi ke Raudhoh. Ternyata benar, memang bukan di situ tempatnya.

Teman baruku itu lantas menawarkan aku mau tidak ditunjuki tempat Raudhoh. Subhanallaah.. pasti aku mau!!! Wong dari tadi pagi juga aku udah bertanya-tanya dan meragukan sendiri tentang Raudhoh yang kualami itu. Alhamdulillah.. akhirnya Allah memberi petunjuk padaku.

***
Mumpung masih ada waktu sebelum maghrib, temanku mengajak saya ke tempat Raudhoh, agar tahu bagaimana cara-caranya masuk ke Raudhoh. Katanya, masuk melalui pintu 25/pintu 29. Pintu sekat antara ikhwan dan akhwat yang ada di sana, akan dibuka pada jam 7 pagi. Dan pasti berdesak-desakan, penuh sesak. Jika ingin mendapat tempat ketika pergi ke Raudhoh, lebih baik sudah ada di daerah sini sejak dari sholat subuh. Begitu pesannya. Maka kami pun janjian jam setengah 7 pagi ketemu di sini (di daerah yang ditunjuk). [Alivia]

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

<< Home