Sholat Subuh pertama kali di masjid Nabawi
Setelah dapat masuk dalam masjid, kami segera sholat lail dan mengisi waktu dengan cara masing-masing sambil menunggu adzan subuh tiba. Ketika adzan terdengar pada pukul 04.00 kami pun segera sholat qobla subuh. Tapi tunggu punya tunggu ternyata tidak sholat-sholat subuh. Sepertinya yang terdengar tadi adalah adzan sholat lail. Beginilah nasibnya jika ikut rombongan Depag :). Salah satunya, kami tidak mendapatkan pengarahan secara detil tentang aturan-aturan di masjid.
Dan ternyata adzan subuh baru pukul 05.33. Kami pun segera sholat qobla lagi, takut ketinggalan keburu sholat subuh. Tapi ternyata juga, jarak dari adzan subuh ke sholat subuh pun masih lama :). Butuh waktu sekitar 20 menit untuk sholat subuh. Karena sholat subuh baru terjadi pada pukul 05.50 :). Dan selidik punya selidik, ternyata antara adzan lail dan adzan subuh pun ada perbedaan :). Untuk adzan lail, ada panggilan untuk bangun :). Ashsholatu khoiru minan naum.. :) (kalau tidak salah ya :) ).
Setelah Sholat Shubuh
Setelah sholat subuh, kedua temanku ingin segera pulang. Maklum.. kami sudah ada di masjid sejak setengah 3 pagi. Sudah menunggu untuk 4 jam lamanya (sekarang setengah tujuh). Tapi karena saya ingin tadarus lagi, maka saya persilahkan mereka untuk duluan.
Tapi teman saya mengkhawatirkan saya jika harus sendirian. Dari sejak tanah air, kami sudah dipesan agar jangan sampai pisah dari rombongan, apalagi sendirian. Pergi ke toilet pun tidak boleh sendirian. Berada di kamar hotel pun tidak boleh sendirian. Segala sesuatunya tidak boleh sendirian, tapi harus ada muhrimnya.
Sebenarnya saya pun khawatir. Tapi saya merasa belum puas berada di masjid ini. Dan sangat sayang sekali jika kesempatan satu-satunya ini tidak saya gunakan sebaik-baiknya. Kapan lagi saya bisa kembali ke sini? Masjid Nabawi, masjid pertama kali yang didirikan oleh Rasulullah? Masjid yang bersebelahan dengan rumahnya Rasulullah.
Akhirnya, saya tekadkan dengan kuat, saya dapat kembali sendiri ke hotel. Allah pasti akan menolong hambaNya yang ingin mendekatkan diri. Jikalau saya lupa, Allah yang akan menuntun saya sampai kembali ke hotel. Maklum.. saat itu saya masih belum hafal sekali bagaimana bentuk hotel. Bahkan nama hotelnya pun baru diketahui belakangan,ketika akan pulang dari Madinah :).
Tapi saya sudah sadar dari sejak awal, bahwa para calhaj mempunyai tujuan dan orientasi yang berbeda-beda setiap orangnya. Oleh sebab itu, saya sudah bertekad, walaupun saya harus sendirian demi program-program dan upaya mendekatkan diri kepada Allah, maka saya akan berusaha menjalaninya.
Walaupun dengan sendirian, saya akan berjuang jika memang itu untuk beribadah kepada Allah. Dan saya sangat yakin, Allah tidak akan meninggalkan hambaNya dan akan selalu melindungi hambaNya. Apalagi ini hadiah terbesar dalam hidupku. Insya Allah.
Akhirnya, teman-teman pun meninggalkan saya. Dan saya meneruskan tadarus Al qur’an sambil berupaya mengiikuti artinya di dalam hati. Hingga tiba saatnya saya akan pulang ke hotel. Tapi tanpa sadar.. tasbih saya ternyata sudah hilang :(. [Alivia]
Labels: di Madinah


0 Comments:
Post a Comment
<< Home