12/16/2006

Tips Siap Pulang ke Tanah Air

Ada hal-hal berikut yang harus dilakukan :

- Kemasi semua barang bawaan kurang lebih 2 hari sebelumnya, agar tenang dan nyaman.
- Masukkan seluruh barang, sebisa mungkin ke kopor, bukan tas tentengan atau tas tambahan. Agar tidak merepotkan ketika kita menunggu di bandara atau ketika tiba di tanah air. Tapi sambil memperkirakan berat kopor tidak melebihi 30 kg.
- Jika menggunakan tas tambahan, kemaslah dengan rapi dan aman (gunakan kunci). Lalu beri tanda yang membedakan dengan tas lain, agar mudah dicari/dikenali dan tempel kertas di tas tambahan tersebut yang berisi info secara lengkap, seperti nama, alamat, kloter, rombongan, photo, dsb.
-Ketika di bandara, titipkan tas tambahan tersebut ke bagasi, agar tidak merepotkan. Pastikan dalam tas tambahan tersebut tidak ada barang pecah belah atau yang mudah rusak lainnya.
- Semua barang bawaan akan ditimbang.
- Kemas barang tentengan sesimpel mungkin, karena tas tentengan ini akan ditenteng terus-menerus selama antri masuk pemeriksaan tas, berjalan antri menuju pesawat, naik turun bis menuju pesawat, dan naik tangga masuk ke dalam pesawat.
- Jika perlu, pada saat pulang ini, troiler yang dibawa dari tanah air untuk menyimpan tas tentengan lebih baik sudah disimpan dengan rapi, jangan sampai disita oleh petugas untuk dimasukkan ke dalam bagasi (karena melihat bawaan kita yang repot). Karena jika disimpan di bagasi, troiller tersebut kemungkinan besar akan hilang.
- Para jemaah haji naik pesawat dengan teratur dan tidak berebutan.
- Para jemaah haji mencari tempat duduk sesuai dengan nomor kursi / ada juga yang bebas duduk di kursi mana saja.
[Alivia]

Labels:

Tips Belanja Haji

Tips yang dapat dilakukan, yang semoga meringankan dan tidak mengganggu ibadah haji, sbb :

- sudah membuat daftar barang yang akan dibeli
- seleksi dalam membeli barang, jangan sampai melebihi kuota berat kopor yang telah ditentukan.
- usahakan beli yang ringan-ringan dan murah harganya bila bekal uang terbatas
- upayakan belanja setelah proses ibadah haji / ibadah pada hari itu telah selesai dan kondisi masih fit serta kesehatan masih terjaga.
- Untuk mempermudah, bila dapat belanja di tanah air maka lakukanlah.

[Alivia]

Labels:

Tips Jika Kehilangan Barang

Memang tidak ada yang dapat kita lakukan jika sudah kehilangan barang, selain mengucap Innalillaahi wainna ilahi roji'uun. Segala sesuatunya kita kembalikan kepada Allah, kita percayakan kepada Allah. Allah yang sudah mengatur semuanya. Dan Allah tidak akan menimpakan suatu ujian melainkan hambaNya mampu. Pasrahkan seluruhnya kepada Allah.. Walau kita berada di negeri orang, tapi kita tidak berada di mana-mana yang lebih mulia, yaitu rumah Allah.. Insya Allah..
Tapi selain itu, ada hal-hal yang harus dilakukan, yaitu sbb :
- Jika Paspor Hilang
Jangan panik. Segera lapor ke kantor daerah kerja setempat melalui ketua kloter masing-masing. Syaratnya menyerahkan pas photo 3 lembar untuk diganti dengan surat keterangan laksana paspor.

- Jika kehilangan uang dan barang
Laporkan ke ketua kloter, lalu lapor ke kantor daerah kerja dengan membuat surat serta mengisi blanko yang telah disediakan dengan ditandatangani oleh dua orang saksi serta diketahui oleh ketua kloter yang bersangkutan.
Semoga berguna. [Alivia]

Labels:

Tips Mencium Hajar Aswad

Mencium Hajar Aswad hukumnya adalah sunnah.

Hal-hal yang mesti dipersiapkan -- yang semoga dapat berhasil mencium hajar aswad --adalah :

  1. bersihkan niat semurni-murninya
  2. Lakukan taubat dengan ikhlas
  3. berdoa kepada Allah untuk kesempurnaan pelaksanaan rukun dan syarat haji
  4. mohon dimudahkan dapat melakukan seluruh hal yang sunnah haji, termasuk mencium hajar aswad
  5. tanamkan tekad dan selalu siaga agar tidak melakukan hal-hal yang membatalkan thowaf ataupun ibadah haji.
  6. berdzikir selalu, jangan biarkan pikiran melantur kemana-mana.
  7. berserah diri dan pasrah sebenar-benarnya kepada Allah
  8. Hilangkan rasa sombong, iri, ketakutan, kekhawatiran, dsb.
  9. Harus sehat dan kenakan celana panjang (untuk perempuan pun jika memakai jubah, dalamnya harus menggunakan celana panjang)
  10. Jangan membawa barang yang berlebihan, secukupnya saja untuk beribadah di masjid.
  11. Jika memungkinkan, dilakukan malam hari antara 01.00 – 03.00, karena banyak jamaah yang tidur. Tapi sebenarnya pada hakikatnya jika Allah menghendaki maka terjadilah. Sehingga benar-benar pasrah dan jadikan Allah satu-satunya tempat Penolong dan tempat bergantung. Karena dari pengalaman saya, dengan kondisi berthowaf sendirian -- perempuan pula, pada jam 9 pagi pun di saat penuhnya jamaah haji melakukan thowaf, tetap dapat mencium hajar aswad. Alhamdulillah.. Subhanallah.. Allohu Akbar..
  12. Ketika mendekati hajar aswad, dan bahkan sebelum melewati rukun yamani, sedapat mungkin merapat ke dinding kabah.
  13. berjalanlah dengan santai, tidak perlu terburu-buru, sambil terus berdoa dan berdzikir.
  14. Tidak menyakiti orang lain saat berdesakan, tetaplah santai, dan bahkan jika bisa persilahkanlah orang lain lebih dulu, jika sikon masih sangat berdesakan. Ini pengalaman saya, karena saya takut bersentuhan dengan yang bukan muhrim ketika antri, maka saya mempersilahkan yang lain lebih dulu. Tapi hasilnya malah orang-orang lain (para ikhwan) mempersilahkan saya terlebih dulu untuk mencium hajar aswad (padahal saya perempuan sendirian), dan alhamdulillah.. akhirnya berkah itu tiba.. terciumlah hajar aswad, dengan kehangatannya, dicium penuh khusyu, doa dan harapan kepada Allah semata. Subhanallah.. Alloohu Akbar..
  15. Saat berhasil mencium, segera berteriak Alloohu Akbar.. Jangan sampai mendewakan hanya sebuah batu hitam. Allah tetap tujuan kita.
  16. Setelah itu, hal yang penting pula.. jika tidak maka akan terjadi kecelakaan, yaitu membungkuklah dan berjalan mundur, sehingga dapat melewati desakan orang dari belakang.

[Alivia], Sumber : Bursa Sajadah dan Pengalaman sendiri

Labels:

Tips Melawan Dingin

Akibat dari cuaca dingin :
-bibir dan kaki menjadi pecah-pecah.
-mimisan

Cara mengatasi cuaca dingin :
- Periksa kesehatan sebelum berangkat haji
- bawa obat yang diperlukan
-Selalu mengikuti penyuluhan kesehatan dan pengobatan penyakit Anda (bagi pengidap penyakit tertentu)
-Bawa cream kulit untuk mengolesi kaki/bibir sebelum keluar ruangan
-Bawa madu asli jika dibutuhkan.

[Alivia]

Labels:

Tips Menghindari Influenza

Ada beberapa hal yang mungkin dapat mencegah Influenza, sbb :

  • Memelihara kebersihan diri dan lingkungan pondokan
  • Istirahat yang cukup
  • Banyak mengkonsumsi buah-buahan segar dan sayuran hijau
  • Minum air yang cukup
  • Upayakan membawa air minum serta tempat minum masing-masing
  • Biasakan membersihkan ingus dengan kertas tisu yang dapat menyerap cairan hidung.
  • Selalu memakai masker hidung dan mulut yang bersih
  • Mengurangi keluar pondokan bila tidak perlu
  • Hindari kontak dengan penderita
  • Sedapat mungkin hindari kerumunan manusia/tempat yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan haji.
  • Jika dibutuhkan, dapat disuntikan imunisasi influenza.

[Alivia]

Daftar Pustaka :
- Bursa Sajadah
- Pengalaman sendiri

Labels:

Tips Persiapan Perlengkapan Haji

Dapat dibaca di Menu Seputar Persiapan Haji

[Alivia]

Labels:

Tips Memakai HP

Ada 2 pilihan dalam menggunakan HP, sbb :

1. Tetap memakai nomor operator Indonesia (yang sudah biasa dipakai), yaitu dengan cara :
• Mendaftarkan nomor kita pada operator masing-masing (Telkomsel/Indosat/Exelcomindo), agar dapat digunakan selama di Arab.
• Tolong perhatikan biaya pulsa masing-masing setiap operator, dan silakan bandingkan mana yang lebih murah. Di antaranya perhatikan biaya :
• biaya per satu sms
• biaya pertama kali melakukan hubungan telepon, lalu per menitnya selanjutnya.
• apakah ada jam-jam yang dilakukan diskon 50%, agar biaya menjadi lebih murah.

Adapun kemampuan untuk kelancaran melakukan hubungan telepon/sms di antara setiap operator tersebut, relatif sama. Sama-sama mudah melakukan komunikasi.

2. Memakai nomor operator Arab.

Jika ingin memakai nomor Arab, saran saya sbb :

• Tetap mendaftarkan nomor operator Indonesia yang biasa dipakai, untuk jaga-jaga barangkali tidak mendapatkan nomor/simcard operator Arab di sana.

• Yang perlu diperhatikan, untuk setiap operator adalah teknis bagaimana cara pendaftarannya agar dapat digunakan di Arab.
Karena ada pengalaman, salah satunya nomor Indosat (yaitu mentari), pendaftaran nomor cukup merepotkan. Karena kita harus mendaftarkan periode tanggal kapan akan digunakan di Arab. Sehingga kita harus memperkirakannya terlebih dahulu. Dan selama tanggal tersebut, nomor kita tidak dapat digunakan di tanah air.

Dan sayangnya, berdasarkan pengalaman, ketika sudah tiba di tanah air, dengan periode tanggal yang sudah lewat dari yang didaftarkan, nomor kita tersebut masih belum dapat dipakai (padahal katanya, seharusnya otomatis dapat dipakai kembali). Tetapi pada kenyataannya, masih tidak dikenal oleh operator Indonesia. Sedangkan untuk menghubungi operator (customer servicenya), untuk complain masalah ini -- minta tolong agar nomor kita dapat kembali digunakan di tanah air, mau tidak mau harus lewat nomor mentari juga. Dan dengan terpaksa saya harus pinjam ke yang lain (nomor mentari juga), demi dapat berhubungan dengan operator customer servicenya, untuk memberitahukan bahwa nomor kita sudah kembali ke tanah air, dan tolong dapat lagi dipergunakan kembali.
Dan sayangnya, tidak langsung pada saat itu pula, kita dapat melakukan telepon kembali. Tapi saya masih harus menunggu beberapa hari kemudian.

• Yang lebih baik, dapatkan nomor Indonesia, yang masih dapat digunakan selama di bandara, atau ketika kembali pulang ke tanah air. Atau gunakan trik sbb : nomor Indonesia tidak didaftarkan (tapi dengan resiko siap jika tidak dapat beli nomor Arab) atau mempunyai nomor lain yang tidak didaftarkan (tapi dengan memperkirakan periode aktif nomornya masih dapat digunakan selama 60 hari).

• Setelah memutuskan hal di atas, langkah selanjutnya, ketika tiba di tanah Arab dapat membeli nomor Arab. Ada 2 operator yang dapat digunakan, yaitu : Mobily dan Sawa Card. Tapi teman-teman di sana menyarankan memakai Sawa Card, karena katanya operatornya sudah lebih lama dan jangkauan pun sudah luas.

• Untuk biaya pulsanya, 1 sms = 0.6 riyal. Kemudian untuk biaya telpon, saya perhitungkan lebih murah dibandingkan dengan operator di Indonesia (terutama pada jam 12 malam hingga 6 pagi) hanya menghabiskan 2 riyal per menit (sekitar 5000-an). Dan harga pulsa normal per menit sekitar 4, sekian riyal (11.000-an). Menurut saya masih lebih hemat pakai kartu ini, dibandingkan pakai nomor Indonesia. Dan berdasarkan info dari teman, haji tahun 2006 ada diskon lagi.

• Cara membeli kartu ini, cukup bilang : Sawa Card? Orang-orang sudah mengerti. Dengan harga 150 riyal, maka sahabat akan mendapatkan pulsa sebesar 200 riyal. Untung bukan? ;)

Apalagi.. ketika saya berhaji, saya mendapatkan rizki untuk bisa menelpon menggunakan SAWA card ini hanya dengan 0.5 riyal per menit. Subhanallah.. Alhamdulillah..

Tapi keputusan berada di tangan sahabat semua. Silakan pertimbangkan dengan sebaik-baiknya mana yang lebih nyaman dan mempermudah. Hidup bukan untuk dibuat sulit bukan ? :) [Alivia]

Labels:

Saat di Bandara maupun mendarat di Arab Saudi

Hal yang dilakukan sbb :

  • Pemeriksaan Passport
    Jemaah harus antri menunggu giliran diperiksa. Di sini para jamaah tidak perlu terburu-buru. Karena seluruhnya pasti dapat giliran. Cukup bersabar dan mengantri dengan tenang. Buat diri sendiri senyaman mungkin, mungkin dapat dengan sambil makan permen guna memulihkan kembali stamina akibat perjalanan jauh, atau lainnya.
  • Pengecekan kopor dan tas tentengan.
    Sebelum berangkat tandailah kopor dan tas tentengan dengan tanda yang dapat dilihat dari jauh, dan dapat dilihat dari berbagai posisi kopor/tas tentengan tersebut disimpan/berposisi tergeletak. [Alivia]

Labels:

Perbanyak zikir dan menahan hawa nafsu

Hindarilah 3 poin ini :

  1. Rafats : mencium, menyentuh dengan syahwat, perkataan menimbulkan nafsu, melakukan hubungan seks.
  2. Fasik : melakukan dosa kecil yang berkepanjangan seperti mencuri, berbohong, dsb.
  3. Jidal : bertengkar, berselisih, atau berdebat yang tidak berfaedah. Jika terlanjur marah, cepat-cepatlah beristighfar. [Alivia]

Labels:

6/23/2006

Tips berwudhu di Makkah

Cara berwudhu yang saya lakukan adalah sbb :
1. berkumur dan menghirup air ke hidung seperti biasa.
2. Selanjutnya sama seperti biasa, yaitu wajah.
3. lalu lengan, dengan cara : saya tutupi terlebih dahulu setengah badan saya dengan jaket (dicangklongkan –bahasa Indonesia bakunya apa ya :)) – di sisi di sebelah lengan mana yang mau diwudhui (dicangkolkan begitu saja, tangan tidak dimasukkan). Lalu saya tadah air zamzam ke genggaman saya, dan segera basuhkan ke lengan saya. Begitu tiga kali
4. untuk lengan satu lagi pun begitu.
5. untuk kepala dan telinga pun sama, tangan dibasuh dengan air, lalu saya masukkan tangan pada kerudung, dan basuh kepala langsung pada telinga.
6. untuk kaki, cara mirip seperti dengan tangan. Tutupi terlebih dahulu kaki kita dengan jaket. Bahkan jika perlu ikat jaket pada kaki kita, biarkan jaket mengguntai lebih panjang daripada kaki, agar kaki tidak terlihat. Lalu buka kaos kaki, dan basuhlah kaki.

Maka.. Selesailah berwudhu :).

Jika di Madinah, saya lebih memilih berwudhu di toiletnya. Saya melakukan teknik berwudhu ini pada kondisi-kondisi darurat, terutama untuk semasa di masjidil Haram, di mana letak toiletnya sangat jauh dan besar :). Tapi jangan khawatir.. karena di dalam masjidil Haram, tersedia tempat-tempat berwudhu di dalam masjid. Biasanya di pojok-pojok masjid. Dan airnya.. air zamzam :).

Dan seharusnya ada area khusus ikhwan atau akhwat. Tapi sering tempat wudhu itu jadi bercampur antara ikhwan dan akhwat. Sementara ketika kita berwudhu (akhwat), kita harus membuka aurat. Jadi bagaimana?

Untuk mengantisipasi ini, saya tetap berwudhu di tempat yang sudah disediakan. Tapi saya tetap menutup aurat saya. Cara berwudhu seperti di atas. Dan tambahan lainnya, walau lantai tempat berwudhu biasanya basah, tapi saya tetap menggunakan kaos kaki.

Karena buat saya, kaos kaki basah tidak masalah, mengingat udara Makkah yang kering—walau terasa dingin karena angin menusuk. Tapi karena udara yang kering, hal ini tentu akan membuat hal-hal yang lembab pun cepat kering. Sehingga jika kaos kaki basah pun, maka sebelum sempat membuat bau tak sedap dan berjamur, mereka akan keburu kering duluan.. dan.. terbukti :). Bukan terbukti jamurannya loh.. :P. Tapi terbukti memang cepat kering.

Pada tempat wudhu di masjidil Haram Makkah, teknik yang terasa sulit digunakan adalah ketika membasuh kaki :). Karena saya harus kuat menahan tubuh disebabkan oleh berdiri di satu kaki, demi menahan jaket yang berada di kaki yang sedang dibasuh oleh air wudhu, hingga saya selesai memakaikan kaos kakinya kembali. Hehe.. semata hanya karena ingin menutup aurat saja :). [Alivia]

Labels:

6/06/2006

Tips Ke Raudhoh

[Madinah] Sebenarnya ke Raudhoh tidak perlu tips, jika para jamaah menjalankannya biasa saja, tertib, santai, penuh hikmat dan dzikir, insyaAllah semua berlangsung lancar dan aman.

Tetapi pada kenyataannya sebagian besar para jamaah haji selalu terburu-buru, berdesak-desakan, teriak-teriak, seperti yang sudah diceritakan sebelumnya di "Kesan ke Raudhoh".

Melihat sikon tsb, selama belum tercipta suasana yang aman dan nyaman, selama para jamaah haji belum mau diatur oleh askar, selama masih berebutan untuk pergi ke Raudhoh, agar kita dapat selamat dan berhasil di Raudhoh -- mau tidak mau – harus mempunyai tips sendiri.

Tempat antri/menunggu jamaah menuju Raudhoh ada 3 tempat, yaitu :
1. sebelum pintu pembatas sholat antara ikhwan dan akhwat dibuka.
2. sebelum masuk ke teras raudhoh (dibawah payung besar yang bisa dibuka dan ditutup di masjid Nabawi).
3. di teras raudhoh (langsung masuk ke raudhoh)

Dari pengalaman kemarin, ada sedikit tips yang semoga berguna untuk para sahabat semua, sbb :
1. Masuk melalui pintu 25/pintu 29.
2. Sudah berada di sana jam setengah 7 pagi. Jadi masih bisa sarapan ala kadarnya dulu. Santai saja. Tidak perlu dari pagi(subuh) sudah menunggu di sana. Tidak sholat subuh di pintu ini pun, tidak mengapa. Nanti jika sudah setengah 7, baru menuju pintu 25/29 pun tidak masalah.
3. Fokus utama kita ke Raudhoh adalah untuk ibadah, untuk sholat dan berdoa. Maka berdoalah agar semuanya dimudahkan dan dilancarkan.
4. Tertib. Di sana terdapat jadwal masuk ke Raudhoh. Ikuti saja dengan tenang.
5. Taat. Benar-benar mendengarkan dan mengikuti seluruh perintah para askar. Askar sudah membagi-bagi tempat untuk setiap Negara. Untuk tahun 2006, kemarin sudah dibagi Asia, Turki dan yang berbadan lebih besar dari Asia lainnya. Masing-masing ada pintunya. Ta’ati saja aturan ini, tidak perlu ingin masuk lebih cepat. Karena semua pasti kebagian.
6. Kalau bisa masuk pada barisan sesuai negaranya, ya masuk :). Kalau tidak bisa, sudah penuh, ya tidak mengapa. Tunggu aja di barisan paling belakang sesuai negaranya. Tidak perlu harus di depan dan tidak usah khawatir/gusar karena duduk di paling belakang(di luar barisan malah). Saya malah senang sekali tidak masuk barisan dan duduk nyaman di paling belakang, sambil menyandar ke tiang, dimana bisa dimanfaatkan waktu untuk sarapan (mengganjel perut ala kadarnya), baca Qur’an, atau tidur sejenak sambil duduk. Menunggu dengan duduk sesantai-santainya, tidak perlu harus duduk bersama kumpulan jamaah yang sedang antri masuk Raudhoh. Pengalaman saya, jika masuk barisan malah sampai ada yang pingsan (terutama yang tua), karena penuh sesak berdesakan, kekurangan oksigen, duduk pun harus saling tindih/terjepit.
7. Tidak perlu harus selalu bergandengan tangan dengan teman. Hal ini akan merugikan diri sendiri. Yang penting janjian dengan teman di luar raudhoh, jika memang mau barengan lagi.
8. ketika ada salah satu pintu menuju Raudhoh dibuka (baru pintu perbatasan antara tempat sholat ikhwan dan akhwat) tidak perlu menjadi cemas. Tetaplah duduk dengan tenang, karena jatah pintu kita pasti dibuka juga. Ada cerita bisa baca klik di sini.
9. tenang
10. dengarkanlah dengan seksama bila ada ceramah/pengumuman bahasa melayu. Insya Allah berguna.
11. siapkan doa-doa yang akan kita panjatkan.
12. berjalan/bergerak/bergeser santai tidak perlu berlarian seperti yang lain.
13. Tak henti berdzikir, khusyu’kan hati hanya beribadah kepada Allah.
14. Ketika menuju ke Raudhoh pun (tempat tunggu kedua), tidak perlu berlarian. Santai saja, duduk paling belakang pun tidak masalah.
15. Selama di tempat antri kedua dan ketiga ini, bergeraklah dengan tertib, tapi sambil mempertimbangkan (menghitung-hitung) bagaimana caranya agar mendapat antrian di barisan pertama/sholat di area raudhoh(di depan). Tapi jika tidak pun tidak mengapa. Cerita selanjutnya bisa klik di sini.
16. Mencari tempat sholat di Raudhoh dengan berjalan tenang tapi pasti (penuh strategi), sesuai dengan tempat yang kita inginkan.
17. Melaksanakan sholat dhuha dengan khusyu’ dan berdo’a.
18. Ketika sholat atau berdo’a, tidak perlu saling tunggu dengan teman lain. Ini malah akan merugikan. Karena yang berombongan begini, pasti langsung diusir oleh askar :). Selanjutnya dapat dibaca klik di sini :).
19. Keluar Raudhoh dengan tertib pula.
20. Berjalan santai saja hingga ke luar dari masjid atau istirahat dulu sambil minum zamzam dan makan cemilan, sambil tak henti berdzikir dan berdoa. Bersyukur telah berhasil ke Raudhoh.

Semoga tips ini berguna :). [Alivia]

Labels:

6/05/2006

Tips Notes

[Tips] Di notes yang dibawa sebagai buku harian, kita dapat menuliskan hal-hal sbb :
1. no regu, no rombongan, no kloter
2. nomor-nomor telpon penting
3. kontak person penting
4. mencatat waktu-waktu adzan
5. mencatat nomor-nomor pintu masuk masjid
6. mencatat cara melaksanakan kegiatan
7. kegiatan harian, detil pakai jam
8. catatan tadarus/lafziyah
9. pengalaman-pengalaman selama di sana
10. hal-hal menarik yang tidak terlupakan
11. hal-hal lucu
12. berperan juga sebagai buku kas :)
13. mencatat nama tempat/alamat
14. catatan penting dalam haji/ihrom
15. catatan oleh-oleh :)
16. rencana-rencana
17. dsb :).

Insya Allah notes tsb sangat bermanfaat. Dan semoga notes yang dibawa dapat menjadi kenang-kenangan seumur hidup dan dapat selalu mengingatkan kita agar hidup selalu dalam makna haji yang sebenarnya :). Amin. [Alivia]

Labels:

Tips berwudhu (ke toilet) di Masjid Nabawi

[Tips] Toilet di Madinah sangat bagus, bersih, rapi dan aman. Beda dengan di Masjidil Haram. Mungkin karena toilet di sana lebih besar kali ya. Saya hanya sekali ke toilet masjidil Haram, karena tidak kuat wanginya yang sudah mulai tercium dari luar. Ketika turun tangga ke bawah menuju toilet, suasananya agak gelap, dan agak sepi. Lain sekali dengan toilet di Masjid Nabawi Madinah.

Saya malah sangat nyaman pergi ke toilet masjid Nabawi ini. Walau sendiri, tapi terasa sekali aman dan nyamannya. Rata-rata orang malas pergi ke toilet, karena selain jauh (harus ke luar masjid), juga diamanahkan oleh pembimbing harus ada teman, tidak boleh sendiri.

Tapi melihat kondisi toilet masjid Nabawi, saya menyimpulkan tidak apa-apa pergi sendiri. Dan setiap harinya, sampai lebih dari 2 kali saya selalu pergi ke toilet ini dan merasa biasa saja. Bahkan dini hari pun, sekitar jam setengah 5 pagi (1.5 jam sebelum sholat shubuh saja), saya masih merasa nyaman untuk ke toilet ini, dan bukan hanya berwudhu :).

Inilah toilet di Masjid Nabawi :
Nampak dari luar :


Ratusan toilet berjejer rapi dan banyak :





Tempat wudhunya berjumlah ratusan dan berjejer rapi serta bersih, dengan air yang melimpah :



Teman-teman saya akhirnya pernah minta diantar ke toilet karena sudah tidak tahan. Saya antarkan mereka. Tapi terlihat sekali mereka seperti cemas, ketakutan nyasar, dan tidak dapat bertemu lagi dengan teman-temannya.

Ternyata disebabkan oleh tidak dapat menghafal bentuk utama toilet masjid ini. Karena memang toilet masjid Nabawi ini besar juga, sbb :
1. bertingkat-tingkat ke bawah tanah
2. ada dua pintu masuk (yang satu tangga berjalan – untuk yang tingkat lebih bawah lagi, dan satu lagi tangga biasa). Saya lebih nyaman pakai tangga yang biasa ini.
3. Tempat wudhunya yang banyak, dalam satu lantai saja bisa berjumlah ratusan buah.
4. Yang menyebabkan kebingungan di manakah letak toiletnya itu sendiri. Yang rata-rata harus berputar dulu ke belakang, dan jauh di ujung setelah tempat wudhu ini, baru terdapat puluhan toilet juga :).
5. Kebingungan terjadi ketika keluar dari toilet, mereka langsung cemas harus belok kanan atau kiri. Padahal umur mereka pun masih 40 tahunan dan berpendidikan semua (minimal S1). Bahkan ada yang sudah sering ke luar negeri.
6. Sebenarnya tidak perlu bingung, mau belok kanan atau kiri, pasti jalannya menuju pintu yang sama ketika masuk tadi :).
7. Memang ada toilet yang mempunyai pintu belakang. Tapi tidak pernah dibuka (selalu ditutup oleh pagar dan terkunci).

Kesimpulan :
Jika mendesak dan tidak ada teman, maka tidak mengapa ke toilet tidak bersama teman, asal kuncinya tetap berhati-hati dan jaga diri. Tetap harus waspada dan berhati-hati. Amati terlebih dahulu lingkungan ketika mau turun tangga toilet. Di tempat penjaga (pos kecil), suka ada yang menunggu di sana—seharusnya sih perempuan juga, entah itu sedang beristirahat atau memang laskar. Tapi saya pernah melihat yang duduk adalah laki-laki. Kalau sudah tahu begitu, saya benar-benar waspada. Melihat-lihat dulu apakah ada laskar perempuan di bawah sana yang dapat dengan mudah dimintai tolong atau tidak ada. Karena di bawah sana, sebelum pintu masuk utama toilet, selalu ada pos penjaga juga. Jika tidak ada dan sikon toilet sepi, saya lebih memilih tidak jadi. Tapi selama ini belum kejadian. Karena toilet selalu ada penjaga wanitanya. Selama masih ada penjaga, saya selalu melanjutkan ke toilet, walaupun tempat berwudhu sepi sekalipun. Insya Allah aman. Tapi kejadian itu (yang duduk di pos luar itu lelaki) baru terjadi sekali saja.

Jadi tidak perlu khawatir dan pakailah toilet senyaman mungkin yang mendukung ibadah anda :). [Alivia]

Labels:

4/28/2006

Tukar Uang Riyal

Sekadar info, berdasarkan pengalaman untuk yang kloter awal (kurang lebih hingga hari ke 5 dari jadwal kloter pertama terbang), sepertinya lebih murah tukar di Madinah daripada tukar di Indonesia. Begitu tiba di Madinah, segera tukar :). Lebih dari hari itu, harga riyal sama dengan di Indonesia :(. O ya, uang rupiah baru dan lama beda harganya :(. Entah kenapa..

Padahal di Indonesia, di mana sebelum musim haji, harga 1 SR berkisar antara Rp. 2500- Rp. 2700 saja. Tapi ketika sudah musim haji, 1 SR bisa Rp. 2900,-.

Lebih murah lagi jika yang ditukar ke SR (Saudi Riyal) adalah dalam bentuk dollar US, bukan rupiah :). Di saat sudah puncaknya orang berdatangan ke tanah suci, SR dimana-mana menjadi mahal. Harga bervariasi. Tetap ada yang Rp. 2750 (di sekitar pasar seng dan depan RS Ajyad). Tapi jangan di Hotel Hilton :), karena mahal :D. Tapi, sebagai perbandingan dengan tukar dollar US, jika di ke rupiah-kan berarti 1 SR masih bisa mendapat sekitar Rp. 2600 saja.

Jadi, sahabat hitung-hitung saja, jika bawa uang tambahan lebih baik mata uang mana, dan lebih nyaman yang mana :). [Alivia]

Labels:

Memperjelas Tentang Haji

Ada beberapa hal yang perlu diperjelas pelaksanaannya, agar kita dapat melaksanakan haji bukan hanya karena ikut-ikutan atau beralasan karena kondisi yang darurat. Tapi semoga bisa kita upayakan untuk meminimalisir kesalahan dari sejak tanah air. Untuk itu, saya mencoba merangkum apa saja yang perlu diperhatikan. Semoga poin-poin ini dapat menambah pengetahuan kita bersama, tentang bagaimana seharusnya sesuai dengan Rasulullah dahulu.

Poin-poin perbedaan itu sbb :
  • tentang miqot, terutama kloter yang pergi gelombang 2
  • tentang boleh keluar atau tidak dari kota Makkah (misal ke Jeddah), setelah umroh (untuk haji tamattu’)
  • tentang mabit di Mina atau tidak.
  • tentang pergi dari Arafah ke Muzdalifah. Pergi dari arafah setelah magrib tidak?
  • Sholat Magrib di Muzdalifah bukan? Mabit di muzdalifah hingga shubuh bukan? Sholat shubuh dimana (di tepi Muzdalifah bukan)? Pergi ke Mina,setelah sholat subuh di Muzdalifah bukan?
  • Lempar Jumrah Aqobah jam berapa? (tgl 10 Dzulhijjah)
  • Langsung Thowaf Ifadhoh tidak?
  • Mau nafar tsani tidak?
  • Tentang lempar jumrah tanggal 11, 12, 13 mau jam berapa? diteliti lagi masih masuk pada tanggal hijriah nya tidak. Karena pergantian tanggal antara tahun hijrial dengan masehi berbeda. Hijriah berganti tanggal di Magrib. Dan tanggal 11,12,13 Dzulhijjah itu tanggal hijriah.

  • Setelah mengetahui jawabannya, kita dapat membandingkan dengan berbagai referensi buku. Untuk proses haji, saya sarankan sesuai dengan buku yang diberikan gratis oleh kerajaan Arab. Tapi keputusan terserah teman-teman semua :). Dan lebih baik, putuskan dari sejak tanah air kita mau ambil yang mana, dan persiapkan semuanya dari sini. Jangan sampai di sana jadi kelimpungan sendiri.

    Tapi ketika sudah berusaha, lalu masih ada juga yang tidak sesuai dengan keputusan kita, ya mau bagaimana lagi :(. Kita sudah terlanjur bayar KBIH (yg tidak murah). Kita serahkan kembali pada Allah. Insya Allah, kita sudah berusaha untuk mencoba berhaji dengan benar. Tapi berdoa/keinginan untuk mendapatkan ruhani haji Rasululloh usahakan tidak terlupakan :). Semoga di sana nanti ada jalannya. Insya Allah. Amin. [Alivia]

    Labels:

    4/25/2006

    Pelembab

    Sangat Perlu : Pelembab

    Di tanah air, banyak sekali cerita tentang pelembab ini. Dan di toko perlengkapan haji pun disediakan berbagai macam pelembab. Pada awalnya saya bingung dan mendengar referensi dari berbagai teman. Alhasil saya bawa berbagai jenis pelembab. Tapi ternyata, hanya satu pelembab yang ampuh dipakai di Arab dengan kulit seperti kita, orang Indonesia. Pelembab yang lain lewat, tidak seampuh yang satu ini.

    Dan ternyata kata orang-orang Indonesia yang sudah tinggal lama di Arab pun, hanya menyarankan satu merk pelembab saja. Apakah merknya? Vaseline :). Saya harus minta komisi untuk marketing Vaseline nih :).

    ***

    Pelembab lain seperti nivea, cream 21, yang katanya.. katanya.. dan katanya. Memang ada benarnya, tapi tidak mencakup semua bagian tubuh. Hanya salah satu dari bagian tubuh, entah itu hanya bisa dipakai di wajah saja, atau kaki saja (ini pun tidak ampuh), atau lainnya.. saya lupa promosinya :).

    Tapi dengan Vaseline, cukup kita bawa 1 ukuran yang besar, bisa dipakai di mana saja dan alhamdulillah ampuh. Bisa dipakai di wajah hingga untuk pelembab bibir sekalipun. Ketika kaki mulai pecah-pecah karena kekeringan, segera oleskan Vaseline ini. Tapi sebaiknya, jangan lupa telapak kaki pun harus diberi pelembab Vaseline. Kemudian semua tempat belahan-belahan, terutama bagi yang tidak langsing :). Jangan sampai pecah-belah itu, terjadi pada kita. Karena barang yang sudah pecah belah tidak dapat dikembalikan :). Tapi tidak untuk Vaseline. Vaseline bisa mengembalikan yang sudah pecah belah, segera menjadi tidak pecah belah :).

    Terbukti, semua teman-teman saya akhirnya minta pelembab saya. Dan mereka menyimpan pelembab-pelembab yang dibawa, lalu segera membeli pelembab Vaseline di Arab :). Karena pelembab yang lain tidak dapat menyembuhkan kaki/tangan/bibir/wajah yang sudah pecah belah, juga tidak dapat mempertahankan agar bagian-bagian itu tidak kering :(. [Alivia]

    Labels: ,

    Barang Bawaan

    Bawaan barang menjadi masalah utama buat saya :). Sepertinya semua barang mau saya bawa aja. Jadi seperti mau pindah rumah :). Tapi akhirnya jadi juga daftar tersebut, setelah mendapat gambaran bocoran dari teman kantor (Makasih mbak Vin..:)).
    Berikut list yang kira-kira saya bawa. Saya tulis hingga detil, agar tidak lupa. Dan untuk para sahabat silakan rombak sesuai kebutuhan pribadi ;).
    Semoga berguna :).

    Barang Utama :
    1. Mukena atas 2 bh : Bagi saya sendiri, tidak terpakai. Karena sehari-hari saya cukup berkerudung, kaos kaki, dan pakai manset,yang sudah cukup untuk digunakan sholat :)
    2. Sarung 1 bh : Sangat terpakai. (multifungsi, bisa untuk selimut,dll)
    3. Sajadah tipis 1 bh : Sangat terpakai. Untuk dibawa ke mesjid.
    4. Manset putih 4 bh : Sangat terpakai.
    5. Baju putih (atas bawah/gamis) Untuk sehari-hari 4 bh
    6. Baju putih (atas bawah celana) Untuk tidur 2bh
    7. Kerudung kecil untuk tidur Utk tidur 2 bh
    8. Kerudung putih langsung pakai Utk sehari-hari 4 bh
    9. Daleman celana putih 3bh Sangat berguna, apalagi jika menggunakan gamis
    10. Dalaman 6 bh
    11. Kaos Dalam Bersaku 6 bh
    12. Jaket 1bh Membawa 1 jaket saja sudah lebih dari cukup
    13. handuk mandi 1 bh
    14. handuk Good Morning 3 bh
    15. perlengkapan mandi 1 set
    16. Odol Haji/Siwak 1 bh
    17. Sabun Haji 1 bh Tapi sebisa mungkin tidak perlu dipakai
    18. Carefree Secukupnya
    19. Pembalut Secukupnya. (Saya tidak minum obat penahan haid)
    20. sisir 1
    21. sepatu jalan 1
    22. sandal 1
    23. masker 6
    24. kaos kaki 6 Tidak harus putih. Bisa warna coklat, hitam, dsb.
    25. gunting kecil 1 Disimpan di koper
    26. gunting kuku 1 Disimpan di koper
    27. Pisau 1 Disimpan di koper
    28. kacamata hitam 1 Sangat terpakai
    29. Topi haji 1bh Sangat terpakai
    30. payung 1bh Haji kemarin tidak terpakai.
    31. tali jemuran 1bh Yang dijual di supermarket
    32. Gantungan baju 3
    33. HP 1
    34. Charger HP 1
    35. Charger Baterai 1
    36. Kamera digital 1
    37. Memori kamera Secukupnya
    38. Sleeping bag 1 Bisa dibawa/tidak, tergantung kebutuhan
    39. Tikar lipat 1
    40. Peniti (baru April 06 --tambahan)
    41. Karet gelang (baru April 06 -tambahan)
    42. Pulpen 2 bh (baru April 06 - tambahan)
    43. Jarum + benang (baru Mei 06)
    44. plastik ukuran 1 ons (baru Nov 07). Fungsi : Bila Sahabat terserang batuk dan pilek, biasanya akan banyak (maaf) dahak. Plastik ini berfungsi sebagai tempat (maaf) pembuangan agar tidak perlu bolak-balik ke luar mesjid atau bawa tisu yang banyak.

    Obat-obatan :
    1. Pelembab merk vaseline (Arab) 1bh Ukuran paling besar. Insya Allah cocok.
    2. Salonpas 10 pak-1 pak = 12 bh (dulu : tertulis 60bh ternyata salah :) ). Tapi tidak terpakai sama sekali
    3. Hansaplast 10 bh atau secukupnya
    4. Counterpain 2 bh Tidak terpakai sama sekali
    5. Kalung terapi untuk pegal linu 1bh Tidak terpakai sama sekali
    6. Obat Batuk 40 Sachet.
    7. Betadine 1 Botol kecil
    8. Alkohol 1 Botol kecil
    9. Obat tetes mata (iritasi) 1 bh
    10. Vitamin C 1 botol isi 40 buah atau secukupnya
    11. Suplemen secukupnya atau bisa tidak membawa. InsyaAllah makanan di sana sangat terjamin.Walau seperti saya sekalipun yang tidak dapat makan daging sembelihan.
    12. Obat flu secukupnya
    13. Kapas secukupnya

    Buku-buku :
    1. Catatan-catatan doa
    2. buku haji Dr. Syariati
    3. Buku panduan Depag
    4. Buku harian yang dibungkus plastik buku (Plastiknya dapat dipakai saku berbagai kertas)
    5. Kertas print-an doa
    6. Buku hijau (kesehatan) -> Obat-obatan sudah ditulis di halaman belakang yang tersedia. Tulis sendiri saja, tidak apa-apa kok :).
    7. Bukti setor bank


    KOPER :
    1. Beri ciri untuk tas koper Saya mencat hijau seluruh sisi pinggir koper :)
    2. Tali untuk mengikat kopor 1 bh Ada yang praktis, berbentuk mengantongi kopor. Tinggal beli kira-kira seharga Rp. 20ribu.
    3. Tas leher Depag
    4. Plastik putih tahan panas ½ kg-an Multifungsi, bisa berguna utk lempar jamarat juga
    5. Kantong plastik 0.5 pak Multifungsi juga
    6. Plastik hitam untuk tempat sampah 4 bh Multifungsi bisa untuk pelapis penutup bawaan dalam koper atau tas tentetangan.
    7. Tas kecil 1bh Untuk ke mesjid. Usahakan yang banyak saku dan tidak perlu tas yang transparan. Menurut saya, tas yang transaparan malah tidak efektif.
    8. Tas tenteng tambahan 2bh Dilipat, masukkan dalam koper
    9. Uang Riyal Secukupnya :)
    10. Uang rupiah receh(20ribu-an/10ribuan) secukupnya, untuk keperluan di bandara atau embarkasi.


    PERLENGKAPAN :
    1. Rinso Secukupnya
    2. Permen 2 Bungkus
    3. Susu sachet 30 Bungkus
    4. Energen 20 sachet
    5. Mie Gelas 20 bh Dibuka kemasannya, lalu masukkan dalam plastic obat
    6. Mie bungkus 20 bh Insya Allah berguna :)
    7. Balado Ikan tongkol 1 Bungkus (untuk jaga-jaga jika tidak ada makanan, karena saya ragu makan ayam&daging)
    8. Goreng tempe 1 Bungkus
    9. Abon 2 Bungkus
    10. Bawang putih goreng 1 Bungkus
    11. Bawang goreng 1 Bungkus
    12. Kecap 1 botol
    13. Gula Putih 0.5 kg/secukupnya
    14. Garam 1 bks Secukupnya
    15. Coklat 3 bh -> 1 buah Dibawa dalam saku, sisanya dibawa dalam tentengan. Coklat berguna jika lapar tidak pada tempatnya :).
    16. Sambal ABC 2 botol
    17. Bumbu pecel 2 pak
    18. Piring 1 Kalau bisa bentuk piringnya yang mempunyai sisi tinggi, agar multi fungsi dapat memuat makanan berkuah.
    19. Sendok garpu 2 pasang
    20. Gelas termos 1bh Multifungsi.
    21. Teko pemanas air yang otomatis berhenti jika sudah mendidih 1bh (Sangat berguna. Dapat untuk membuat susu atau buat mie)
    22. Rice Cooker 1 bh Tapi bagi yang tidak mau memasak, saya tidak menyarankan membawa ini. Karena makanan sangat mudah didapat dengan membeli di depan maktab (penginapan)
    23. Beras secukupnya (jika tidak mau beli nasi hangat setiap mau makan :) ) - Baru Mei 06
    24. Bumbu-bumbu jadi, seperti bumbu nasi goreng, nasi kuning, sambal goreng, dll. Barangkali bosan :) - Baru Mei 06

    Note :

    • Perlu diketahui, entah mengapa, seluruh pakaian, kerudung, kaos kaki, manset, yang dicuci di Makkah, menjadi berbulu. Apa karena tipe mesin cucinya atau bagaimana. Setelah dari mesin cuci, pakaian tinggal dijemur diangin-angin saja sudah kering. Itupun ditumpuk dalam satu gantungan baju. Tapi tetap bisa kering hingga ke pakaian yang ditumpuk terbawah. Saya sampai takjub saat melihat jemuran tante di Arab yang bertumpuk-tumpuk begitu. Bisa dikatakan, satu gantungan baju yang biasa kita pakai, itu bisa terisi hingga 10 macam jenis pakaian biasa. Dan pakaian itu kering hingga ke bagian terbawah pakaiannya. Membuat kita geleng-geleng kepala bukan? :)

    • Pakaian yang dibawa semua berwarna putih, maksudnya agar bisa dipakai semua, tidak perlu saling menunggu atau harus mencuci dulu. Siapa tahu ada kondisi darurat yang tidak terduga.

    • Saya punya penyakit badan sering pegal linu sekali. Entah karena kecapekan atau selalu menyetir jarak jauh. Kadang suka menyetir sambil menggendong anak seberat 25 kg :). Tapi alhamdulillah, selama di sana, pegal linu itu tidak pernah kambuh. Saya sudah bawa perbekalan sangat banyak berkaitan dengannya, tapi sama sekali tidak terpakai. Alhamdulillah.. (dapat dibaca di artikel Pegal Linu? No way )

    Jika ada perlengkapan tambahan, mungkin tulisan ini akan saya update :). [Alivia]

    Labels: ,

    4/13/2006

    Rencana dan Target Haji

    Haji merupakan rukun Islam yang kelima. Orang-orang menganggap orang yang sudah berhaji, maka iman dan akhlaknya pun sudah sempurna. Sesungguhnya tidak. Tetap manusia tidak lepas dari ketidaksempurnaan dan dosa. Tapi, selalu mengarah pada melengkapi kesempurnaan dan menghilangkan dosa adalah langkah yang tidak boleh berhenti. Untuk itu, semoga haji yang akan kita lakukan kelak tidak menjadi sia-sia belaka. Saya mencoba menyusun jadwal dan target agar hari-hari selama menanti waktu haji tidak menjadi sia-sia. Di antaranya :

    1. Semoga hajinya dapat mengikuti sunnah rasulullah
    2. Mendapatkan ruhani seperti rasulullah berhaji
    3. Mandapatkan makna berhaji, melakukan rukun dan wajib haji, benar-benar selalu terkait dengan Allah. Bukan hanya ritual fisik yang mampu melakukannya, juga bukan karena asal sah saja hajinya. Tapi bagaimana caranya ritual fisik bisa nyambung dengan hati. Salah satunya menguasai lafziyah doa-doa rukun dan wajib haji.
    4. Pasrah pada kekuatan, kasih dan perlindungan Allah; tawakal, setiap saat waktu dan perilaku guna memenuhi panggilah Allah semata.
    5. Melakukan ibadah sunnah dengan sebanyak-banyaknya, sebaik-baiknya, dan tetap mencontoh sunnah Rasulullah (berdasarkan hadist-hadist yang shahih).
    6. Memanfaatkan waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Ibadah dilakukan selama 24 jam, dimulai dengan berada di Masjid mulai pukul 03.00. Just info, pahala yang dijanjikan di Haram untuk tiap ibadah di Masjidil Haram adalah 100.000 kali lebih tinggi dari ibadah di tempat mana pun. Di Madinah sebanyak 1000 kali lebih tinggi. Dan di Masjidil Aqso sebanyak 100 kali lebih tinggi.
    7. Sempatkan selalu thowaf setiap harinya.
    8. Tentunya tidak 24 jam berada di masjid. Jika ada kesempatan untuk kembali ke penginapan, maka istirahatlah. Makan pun tinggal beli jika tidak sempat masak.
    9. Membaca Al quran, khatam, dan menguasai lafziyah Juz 1 + Juz 30 (lafziyah:mengetahui arti dan makna ayat per kata Arab, klik di sini untuk detil).
    10. Apabila ada kesempatan mencium Hajar Aswad, ciumlah dengan penuh khusyu, guna mencontoh sunnah Rasulullah dan berdoa.

    Semoga berguna untuk para sahabat semua. [Alivia]

    Labels: ,

    Persiapan Pengajian

    Sebenarnya pengajian tidak wajib harus dilaksanakan. Tetapi dengan momen pengajian ini, kita dapat menggunakan sekalian untuk mengingatkan teman-teman kita, bahwa haji jangan sampai diprioritaskan terakhir setelah semua kebutuhan kita tercukupi.

    Selain itu, momen ini pun dapat saya gunakan sebagai penyampaian permohonan maaf, kembali menyambung silaturahmi antar tetangga (karena saya jarang bertemu akibat bekerja), dan juga penyampaian wasiat.

    Karena saya hidup di dua kota, ada satu kota yang harus saya korbankan. Saya hanya mengirimkan makanan sebagai tanda pamit dan permintaan mohon maaf saya.

    Adapun doa yang saya pakai untuk di dus makanan, sbb :


    Assalamu’alaikum Wr Wb.

    Bismillahirrohmannirrohiim.
    Dengan menyebut nama 4JJI Ar-rahman Ar-rahim
    Sholawat dan salam tak luput kita panjatkan kepada ushwah kita,
    Rasulullah Muhammad SAW. Alhamdulillah segala puji hanya
    milik 4JJI Penguasa langit dan bumi beserta isinya. Ampunan
    hanya milikNya bagi hamba-hamba yang dikehendakinya...

    Teriring rencana kepergian saya ke tanah suci yang Insya4JJI berangkat tanggal 10 Desember 2005, saya mohon do’a restu serta mohon maaf lahir batin kepada bapak dan ibu sekalian, apabila selama ini saya menyakiti ataupun berbuat salah, baik disengaja maupun tidak. Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas seluruh kesalahan saya tersebut.

    Semoga ibadah haji saya diterima oleh 4JJI, dipermudah, diberi kelancaran baik dalam proses pelaksanaan maupun setelah selesai menjalankan ibadah haji di tanah suci, serta kembali ke tanah air dengan selamat. Dan semoga dapat menjadi haji mabrur. Amin.

    Terima kasih atas semua perhatian dan do’a.

    Wassalamu’alaikum Wr Wb.
    Alivia (Jangan lupa Alamat di sini :)



    Sedangkan untuk permohonan pamit lewat email, aku tulis sbb :

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

    Dear all..
    Izinkanlah saya pamit sekarang.
    Insya Allah, mulai tanggal 5 Desember besok, saya cuti guna menunaikan ibadah haji.

    Untuk itu, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya pada semua sahabat di sini, atas kesalahan-kesalahan, perkataan yang menyakitkan hati sahabat semua. Selama hampir 7 tahun di (red:tempat saya bekerja), mohon dimaafkan dan pasti banyak sekali kesalahan yang sudah saya buat. Saya mohon keikhlasan sahabat semua untuk memaafkan seluruh kesalahan saya tersebut.

    Mohon do'akan semoga seluruh do'anya dikabulkan, selalu sehat lahir dan batin, aman, selamat, khusyu' beribadah, dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, bisa mendapatkan hikmah dan kekuatan iman seperti ketika dulu Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail berjuang. Juga semoga saya bisa mendapatkan hikmah sebagaimana dulu ketika Rosululloh berhaji. Semoga kekuatan ruhani dan keimanan mereka menular pada saya. Terakhir, semoga saya dapat kembali selamat ke tanah air dan menjadi haji mabrur. Amin.. amin.. amin ya robbal 'alamin.

    Terima kasih banyak sebelumnya,

    wassalam
    Alivia

    Labels: ,