4/13/2006

Rencana dan Target Haji

Haji merupakan rukun Islam yang kelima. Orang-orang menganggap orang yang sudah berhaji, maka iman dan akhlaknya pun sudah sempurna. Sesungguhnya tidak. Tetap manusia tidak lepas dari ketidaksempurnaan dan dosa. Tapi, selalu mengarah pada melengkapi kesempurnaan dan menghilangkan dosa adalah langkah yang tidak boleh berhenti. Untuk itu, semoga haji yang akan kita lakukan kelak tidak menjadi sia-sia belaka. Saya mencoba menyusun jadwal dan target agar hari-hari selama menanti waktu haji tidak menjadi sia-sia. Di antaranya :

1. Semoga hajinya dapat mengikuti sunnah rasulullah
2. Mendapatkan ruhani seperti rasulullah berhaji
3. Mandapatkan makna berhaji, melakukan rukun dan wajib haji, benar-benar selalu terkait dengan Allah. Bukan hanya ritual fisik yang mampu melakukannya, juga bukan karena asal sah saja hajinya. Tapi bagaimana caranya ritual fisik bisa nyambung dengan hati. Salah satunya menguasai lafziyah doa-doa rukun dan wajib haji.
4. Pasrah pada kekuatan, kasih dan perlindungan Allah; tawakal, setiap saat waktu dan perilaku guna memenuhi panggilah Allah semata.
5. Melakukan ibadah sunnah dengan sebanyak-banyaknya, sebaik-baiknya, dan tetap mencontoh sunnah Rasulullah (berdasarkan hadist-hadist yang shahih).
6. Memanfaatkan waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Ibadah dilakukan selama 24 jam, dimulai dengan berada di Masjid mulai pukul 03.00. Just info, pahala yang dijanjikan di Haram untuk tiap ibadah di Masjidil Haram adalah 100.000 kali lebih tinggi dari ibadah di tempat mana pun. Di Madinah sebanyak 1000 kali lebih tinggi. Dan di Masjidil Aqso sebanyak 100 kali lebih tinggi.
7. Sempatkan selalu thowaf setiap harinya.
8. Tentunya tidak 24 jam berada di masjid. Jika ada kesempatan untuk kembali ke penginapan, maka istirahatlah. Makan pun tinggal beli jika tidak sempat masak.
9. Membaca Al quran, khatam, dan menguasai lafziyah Juz 1 + Juz 30 (lafziyah:mengetahui arti dan makna ayat per kata Arab, klik di sini untuk detil).
10. Apabila ada kesempatan mencium Hajar Aswad, ciumlah dengan penuh khusyu, guna mencontoh sunnah Rasulullah dan berdoa.

Semoga berguna untuk para sahabat semua. [Alivia]

Labels: ,

0 Comments:

Post a Comment

<< Home