Tips berwudhu di Makkah
Cara berwudhu yang saya lakukan adalah sbb :
1. berkumur dan menghirup air ke hidung seperti biasa.
2. Selanjutnya sama seperti biasa, yaitu wajah.
3. lalu lengan, dengan cara : saya tutupi terlebih dahulu setengah badan saya dengan jaket (dicangklongkan –bahasa Indonesia bakunya apa ya :)) – di sisi di sebelah lengan mana yang mau diwudhui (dicangkolkan begitu saja, tangan tidak dimasukkan). Lalu saya tadah air zamzam ke genggaman saya, dan segera basuhkan ke lengan saya. Begitu tiga kali
4. untuk lengan satu lagi pun begitu.
5. untuk kepala dan telinga pun sama, tangan dibasuh dengan air, lalu saya masukkan tangan pada kerudung, dan basuh kepala langsung pada telinga.
6. untuk kaki, cara mirip seperti dengan tangan. Tutupi terlebih dahulu kaki kita dengan jaket. Bahkan jika perlu ikat jaket pada kaki kita, biarkan jaket mengguntai lebih panjang daripada kaki, agar kaki tidak terlihat. Lalu buka kaos kaki, dan basuhlah kaki.
Maka.. Selesailah berwudhu :).
Jika di Madinah, saya lebih memilih berwudhu di toiletnya. Saya melakukan teknik berwudhu ini pada kondisi-kondisi darurat, terutama untuk semasa di masjidil Haram, di mana letak toiletnya sangat jauh dan besar :). Tapi jangan khawatir.. karena di dalam masjidil Haram, tersedia tempat-tempat berwudhu di dalam masjid. Biasanya di pojok-pojok masjid. Dan airnya.. air zamzam :).
Dan seharusnya ada area khusus ikhwan atau akhwat. Tapi sering tempat wudhu itu jadi bercampur antara ikhwan dan akhwat. Sementara ketika kita berwudhu (akhwat), kita harus membuka aurat. Jadi bagaimana?
Untuk mengantisipasi ini, saya tetap berwudhu di tempat yang sudah disediakan. Tapi saya tetap menutup aurat saya. Cara berwudhu seperti di atas. Dan tambahan lainnya, walau lantai tempat berwudhu biasanya basah, tapi saya tetap menggunakan kaos kaki.
Karena buat saya, kaos kaki basah tidak masalah, mengingat udara Makkah yang kering—walau terasa dingin karena angin menusuk. Tapi karena udara yang kering, hal ini tentu akan membuat hal-hal yang lembab pun cepat kering. Sehingga jika kaos kaki basah pun, maka sebelum sempat membuat bau tak sedap dan berjamur, mereka akan keburu kering duluan.. dan.. terbukti :). Bukan terbukti jamurannya loh.. :P. Tapi terbukti memang cepat kering.
Pada tempat wudhu di masjidil Haram Makkah, teknik yang terasa sulit digunakan adalah ketika membasuh kaki :). Karena saya harus kuat menahan tubuh disebabkan oleh berdiri di satu kaki, demi menahan jaket yang berada di kaki yang sedang dibasuh oleh air wudhu, hingga saya selesai memakaikan kaos kakinya kembali. Hehe.. semata hanya karena ingin menutup aurat saja :). [Alivia]
Labels: Tips


0 Comments:
Post a Comment
<< Home