Pegal Linu? No way
Di tanah air, setiap hari, setiap malam sebelum tidur, badan saya terasa linu, pegal, dan capek sekali. Dan ini penyakit tahunan yang sudah rutin. Salonpas, counterpain atau kalung terapi adalah teman setia penghantar sebelum tidur. Di mobil pun, saya tidak jauh-jauh dari persediaan itu, kala di perjalanan sedang menyetir. Mereka itu adalah barang wajib yang harus selalu saya bawa. Bahkan di tas kerja sekalipun. Mereka atau salah satu dari mereka, selalu saja ada.
Hal ini entah disebabkan karena apa, tapi mungkin akibat kecelakaan yang kualami tahun 1994 silam. Aku mengalami patah tulang di kaki, engsel kaki lepas, dan ada kelainan bawaan pada tulang rawan belakangku. Begitu analisis terakhir dokter tulangku. Yang sebenarnya, seharusnya aku tidak boleh mengangkat barang berat, menggendong anak pun harus dengan posisi yang benar, duduk yang benar, dsb. Tapi karena alasan klise, kondisi jualah saya tidak dapat melakukan pantangannya.
Menggendong anak yang sedang tidur sambil menyetir saja sering dilakoni, apalagi yang hanya mengangkat barang berat dan lain sebagainya :).
***
Sehingga ketika saya sedang mendata persiapan haji. Barang itu harus ada di list dan dibawa. Saya hingga membawa 10 pack salonpas (1 pack = 12 bh, sblmnya tertulis 60 buah), 2 counterpain yang besar, dan 1 kalung terapi. Banyak sekali bukan? Karena memang hampir setiap hari saya menggunakannya. Apalagi nanti di Arab? Harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki, harus duduk berjam-jam di mesjid, harus berpanas-panas ria, dsb. Terbayang, betapa sakitnya kaki dan seluruh badanku. Untuk itu aku harus siap dan jangan sampai merepotkan orang. Semoga tidak, karena terakhir kali ke gunung Ciremai pun, dengan kondisi kaki terkilir gak jelas, aku dapat mencapai puncaknya dan turun kembali dengan selamat. Semoga di haji ini pun aku dapat kuat. Amin.
***
Selama di haji, hari demi hari, saya lalui dengan ringan dan penuh nikmat. Bahkan ketika waktu isya sudah terlampaui, lalu pulang ke rumah untuk istirahat, aku dapat tidur dengan mudah dan bangun pukul 2 pagi untuk bersiap-siap sholat lail di masjid.
Di saat teman-teman sakit batuk dan pilek pun, alhamdulillah saya tetap segar bugar dan siap untuk selalu stand by di mesjid merampungkan seluruh rencana dan targetku.
Hingga kembali ke tanah air. Ketika melihat semua perabotan sebelum tidurku masih lengkap, benar-benar aku berucap syukur alhamdulillah, bahwa selama di sana, aku sama sekali tidak sakit, tidak merasakan pegal dan capek. Apa itu Pegal Linu? No way.. :)
Bahkan melihat stock yang masih bejibun itu, saya sempat berpikir canda, ah saya jual lagi aja ke bapak -- yang kebetulan buka warung, dan memang saya membelinya dari beliau :D. Alivia]
Labels: Kesan Haji Terdalam


1 Comments:
itu karena prinsip Sedia payung sebelum hujan sampe membawa 60 buah salonpas, 2 counterpain yang besar, dan 1 kalung terapi..
hehehehe...
Post a Comment
<< Home