Memilih KBIH
Pada awalnya saya merasa tidak perlu ikut KBIH manapun karena sebuah faktor. Sehingga saya hanya ikut bimbingan rombongan DEPAG saja.
Saya merasa KBIH manapun, tata cara berhajinya sama-sama harus terikat pada aturan DEPAG. Dimana sependek pengetahuan saya, sama-sama ‘ada yang tidak mengikuti sunnah berhajinya Rasulullah’. Dan ini untuk satu Indonesia, seluruh calon jamaah haji Indonesia. Karena seluruh calon jamaah haji ini diatur oleh DEPAG itu sendiri.
Selain itu, baca artikel ini : Jamaah Haji tak Perlu KBIH Kalau tidak Terpaksa
Hingga saat itu, saya hanya dapat berdoa : jika saya tidak dapat melaksanakan haji seperti yang disunnahkan oleh Rosulullah SAW (akibat mendaftarkan diri via Indonesia-DEPAG), semoga saya diampuni Allah dan hajinya tetap diterima, karena saya termasuk sikon tertindas. Amin.
Note :
Ini adalah pemikiran saya berdasarkan urutan waktu proses berhaji saya.
Untuk selanjutnya, sedikitnya saya tahu KBIH mana yang berusaha untuk selalu mengikuti Berhajinya Sunnah Rasulullah, dan berani memisahkan diri dengan seluruh calhaj Indonesia. Di samping itu, tanpa diduga, tanpa pernah diharap-harapkan lagi oleh saya -- karena saking kondisi yang tidak mungkin-- tapi dengan Maha BesarNya Allah, Maha PenyayangNya Allah, Maha PemurahNya Allah, Allah memberikan hadiah lagi kepada saya, yaitu dapat bertarwiyah melalui caraNya, yang tidak terpikir sama sekali oleh siapa pun sebelumnya. Alhamdulillaah..
Wassalam
Alivia
Labels: Selama Manasik Haji


0 Comments:
Post a Comment
<< Home