4/06/2006

InsyaAllah Dikabulkan...

Asal bersabar dan ikhlas..

Ada satu kesan saya yang semoga berguna untuk teman-teman...

Separah apa pun kondisi kita, sesempit apa pun kelapangan kita, sesendiri-sendirinya kita.. tanpa adanya teman, pertolongan, jangan pernah tinggalkan yang namanya 'harapan/keinginan'. Walau cuma berupa keinginan yang tidak pernah terucap, dan tidak pernah (atau belum sempat) tercetus dalam doa, tapi hanya ada (atau baru) terbersit di pikiran atau di hati saja.

Yup! Baru saja terbesit! Kita belum sampai pada tahap berdoa apalagi berusaha. Kita belum benar-benar memanjatkan doa yang meminta secara khusus. Apalagi jika kita sampai pada usaha, selalu berdoa dengan sungguh-sungguh. Insya Allah, Allah akan mengabulkannya.

Allah itu benar-benar dekat. Lebih dekat dari urat leher kita. Bahkan pemberian hadiah Nya pun sering tanpa kita sadari terlebih dahulu. Kita tidak sadar pernah punya keinginan itu ketika sedang diberi hadiah, bahkan ketika saat memakai pemberiannya itu.

Allah akan mengabulkan apa pun keinginan kita, baik yang terucap ataupun yang baru terbesit di pikiran sekalipun. Insya Allah, Allah akan memberikannya. Sehingga berhati-hatilah dengan keinginan kita yang tidak lazim, karena sering kali menjadi kenyataan,walau rasanya kita tidak pernah berjuang untuk itu. Semoga keinginan kita tidak bertentangan dengan aturan Allah.

Kesimpulan : jangan pernah berhenti berharap atau punya keinginan. Tapi juga jangan terus dipikirkan keinginan tsb dan menjadi beban. Seperti yang tadi saya ceritakan, "bahkan kita sampai lupa pernah punya keinginan begitu, pada saat Allah memberikan hadiahnya ke kita". Artinya, harapan jalan terus, berusaha pun jalan terus, tapi keinginan itu tidak pernah menjadi beban untuk kita.

Kehidupan kita jalani dengan normal. Normal termasuk ikhlas menerima dengan susah payahnya, beratnya, perjuangannya, usahanya, dsb. Tanpa pernah mengeluh. Yang ditanamkan adalah keoptimisan. Optimis bahwa perjuangan sekarang, berusaha sekarang, pasti kelak akan dapat memetik buahnya. Tanpa kita menunggu-nunggu kapan buah itu bisa dimakan atau dipetik.

Karena jika Allah sudah menghendaki, ternyata Allah sudah memberinya, tanpa memberi kita kesempatan untuk sadar bahwa kita sedang memetiknya dan bahkan sedang makan buahnya.

Kunci dari itu semua : Sabar dan ikhlas. Tanpa pamrih. Menjalani kehidupan ini dengan mengikuti aliran yang terjadi alami : susah ataupun senang, tertawa riang ataupun menangis darah, semua dijalani dengan selalu berusaha dan ikhlas, hanya untuk beribadah kepada Allah semata.

Menjalaninya sesabar mungkin yang bisa kita lakukan, dengan upaya apa pun yang bisa kita usahakan. Bekerja, menjadi ibu, menghadapi lingkungan, orang tua, teman-teman yang tidak cocok, teman-teman yang selalu memfitnah, menghina, iri, dsb. semuanya adalah lika-liku kehidupan.

Kira-kira itu salah satu kesan yang mendalam. Semoga sampai akhir hayat selalu dilindungi Allah SWT. Amin. :) [Alivia]

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

<< Home