4/06/2006

Manasik Haji MANDIRI DEPAG

Jumlah calhaj yang bergabung dengan DEPAG ternyata mencapai 400-an orang. Untuk memudahkan bimbingan, Depag membaginya menjadi beberapa kelompok berdasarkan daerah tempat tinggalnya. Satu kelompok disatukan menjadi satu atau beberapa kelas. Akhirnya terbentuk hingga kelas H (kalau tidak salah). Rencana ke depannya, satu kelas akan menjadi satu rombongan haji.

FYI, 1 rombongan terdiri dari 4 regu dan 1 karom (ketua rombongan). Sedangkan 1 regu terdiri 10 orang anggota dengan 1 karu (ketua regu). Jadi jumlah 1 rombongan adalah 45 orang.

Untuk HAJI MANDIRI DEPAG ini, ternyata karom dan karu dipilih dari peserta calhaj itu sendiri. Yang terpilih rata-rata yang sudah pernah haji, masih kuat, dapat memimpin, atau yang masih muda.

Selain namanya HAJI MANDIRI DEPAG, bimbingan haji ini benar-benar bimbingan haji mandiri bagi saya. Materi yang diberikan oleh pembimbing hampir tidak ada beda dengan buku-buku DEPAG pada umumnya. Dimana dari buku DEPAG saja, saya merasa belum merasa kena tentang haji yang sebenarnya. Oleh sebab itu, saya harus cari tahu lagi tentang materi dan ilmu haji. Buat saya pribadi, materi dari pembimbing DEPAG belum mencukupi, baru kulitnya saja dan hanya syar'i yang dibahas. Untuk makna dan cerita lebih dalam, saya harus mencari tahu sendiri.

Bentuk manasik Haji Mandiri adalah sbb :
1. Pagi pukul 7 pagi, kami senam dahulu, hingga pukul 8.
Ikut senam ini lumayan buat badan kita segar :). Sayang, mengajarkan senam di pesawat hanya 1 kali, di saat terakhir manasik dan tidak diberi kesempatan untuk mencatat. Karena pengalaman saya, saya lupa lagi :). Untuk itu, jika ada pengarahan cara senam di pesawat, maka segeralah ambil catatan. Dan lupakan dulu prakteknya, tapi mencatat sambil melihat prakteknya :).

2. Materi bimbingan haji hingga pukul 10.
3. Istirahat sebentar. Waktu istirahat cukup untuk melaksanakan sholat Dhuha. Atau ada yang diisi dengan saling berkenalan sesama calhaj, atau membeli perlengkapan haji yang ada di luar kelas.
4. Materi dilanjutkan hingga pukul 12 siang.
5. Hari manasik adalah setiap sabtu dan minggu.
6. Ada dua kali manasik untuk simulasi haji. Dimana disediakan bentuk ka'bah-ka'bahan, bukit sa'i, tempat lempar jumrah. Kali pertama dilakukan pada 1 group bimbingan DEPAG, dan satu lagi dilakukan secara menyeluruh satu calhaj sekotamadya Bandung.

Saya sangat menyarankan para calhaj untuk sungguh-sungguh mengikuti manasik haji ini. Dimana pun berada, pada KBIH manapun.

Jadikan manasik haji ini, sudah merupakan proses haji. Dimana kita mulai latihan untuk saling mengenal sesama calhaj pada waktunya, kita mulai mengenal karakter dan perilaku tiap calhaj, mengetahui wawasan dan ilmu tiap calhaj, hingga mulai mencari teman 1 kamar pun kemungkinan akan terbentuk dari manasik haji ini.

Oleh sebab itu, manfaatkan dengan sebaik-baiknya manasik haji yang tersedia. Mulai latihan untuk fokus mempertebal keimanan, memperkokoh kesabaran, menjalin persahabatan, mewujudkan suasana ruhani yang kental, jika perlu mencari teman yang memang satu prinsip dengan kita. Agar haji kita tidak sia-sia hanya karena mengikuti karom/karu/teman tanpa disertai pengetahuan dan pemahaman yang memadai. Amin.

Wassalam
Alivia

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

<< Home