Jemaah Haji tak Perlu KBIH Kalau tidak Terpaksa
Senin, 16 Januari 2006 15:14:00
Jemaah Haji tak Perlu KBIH Kalau tidak Terpaksa
http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=231116&kat_id=361
Jakarta-RoL-- Jemaah haji jika tidak karena terpaksa, sebaiknya tidak perlu menggunakan jasa KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji), karena dengan tarif KBIH Rp2-4 juta per orang, pelayanan yang diperoleh tidak berbeda dengan yang didapat jemaah haji mandiri (tanpa KBIH).
Paling tidak itulah yang dirasakan Sri Muryati Habib (64) yang berangkat haji bersama suaminya di Kloter 2 JKG dan telah tiba di Jakarta, Senin."Kan sudah ada pelatihan manasik juga di Kandepag, selain itu kita juga punya ketua regu yang dipilih sendiri oleh jemaah untuk tiap 11 jemaah, dan ketua rombongan dari Depag yang membawahi 67 jemaah.
Ditambah lagi kita juga mempunyai dokter kalau sakit," kata Sri Murjati. Selain itu, pondokan yang diterima jemaah mandiri sama saja dengan pondokan yang didapat jemaah haji dengan KBIH, termasuk konsumsi di Madinah dan transportasi di tanah suci, ujar Sri yang di Mekkah tinggal di kawasan Hafair, berjarak 1,5 km dari Masjidil Haram.
Namun demikian, ujar Sri Murjati yang juga pernah berhaji bersama suaminya 30 tahun lalu, mungkin setiap jemaah haji memiliki alasannya masing-masing untuk mendaftarkan diri ke KBIH, seperti usia lanjut, sakit-sakitan atau pergi sendirian tanpa muhrim.
Seperti juga jemaah yang memilih BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) Khusus yang harganya sangat mahal berhubung memerlukan pelayanan plus atau waktunya yang tidak bisa terlalu lama di tanah suci. "Kalau mandiri seperti kita ini tak perlu ada biaya tambahan, paling konsumsi saja dan uang sekedarnya, baju seragam saja kita tidak pakai, hanya syal yang kita seragamkan untuk satu rombongan. Pengeluaran lainnya hanya untuk dam 400 Riyal," katanya.
Sebelumnya, Ketua II Panitia Perjalanan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Jakarta, Hasanuddin, mengatakan, jemaah haji mandiri Jakarta hanya 16 persen (1.808 jemaah) yang terangkut dalam empat kloter dari total jemaah haji Jakarta yang mencapai 10.888 orang. "Sisanya yang sebagian besar itu menggunakan KBIH," katanya.
Dengan menggunakan KBIH, lanjutnya, berarti jemaah selain membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) yang sekitar Rp27 juta, juga harus mengeluarkan lagi biaya untuk bimbingan tersebut sekitar Rp2-4 juta. Hasanuddin juga menjamin, jemaah haji mandiri tidak akan terlantar di tanah suci karena di antara mereka sendiri juga dipilih Ketua Regu yang bertanggung jawab pada 10 jemaah dan Ketua Rombongan untuk 45 orang serta saling berkoordinasi. ant/mim
Labels: Selama Manasik Haji


0 Comments:
Post a Comment
<< Home