Materi Manasik Haji
Yang saya alami ketika proses manasik, saya merasa sangat haus pengetahuan tentang haji ini. Waktu serasa cepat berjalan dan semakin dekat. Sementara keinginan haji yang sempurna, tidak sia-sia, dan jangan sampai saya menyesalinya, sangat mendidih dalam hati saya.
Untuk itu, usaha yang saya lakukan di antaranya :
1. Mencari di internet tentang topik haji dan mencari buku. Topik Haji ini rata-rata dibagi dua, ada yang bercerita tentang makna haji dan ada juga yang cukup menceritakan syariah haji.
2. Mendengarkan cerita dan pengalaman dari yang sudah berhaji.
3. Selain itu, agar saya dapat memahami dan menjiwai doa-doa selama rangkaian haji, saya mencoba memakai metode lafziyah dalam membaca doa-doa haji. Alhamdulillah dengan metode ini sangat kena.
Seperti kita ketahui, seluruh rangkaian haji sebenarnya adalah doa. Yang saya usahakan bagaimana caranya agar haji saya nanti tidak hanya berisi hapalan doa atau membaca doa, fisik lelah saja, atau pengalaman fisik semata.
Saya sangat ingin bisa merasakan juga bagaimana pengalaman ruhaninya Rasulullah ketika menjalankan haji. Untuk itu, saya juga membaca bagaimana dulu Rasulullah berhaji dan sejarah Rasulullah.
Saya sangat berharap, dengan haji saya tidak hanya di mulut belaka, tapi bisa meresap ke dalam hati dan menggetarkan jiwa. Untuk itulah saya memakai metode lafziyah. (apa itu metode lafziyah, dapat diklik disini).
***
Bagi calhaj yang ingin benar-benar mendapatkan ilmu berhajinya, kena ke dalam hati dan ibadah seutuh-utuhnya, bersiap-siaplah untuk menggali dan belajar sendiri tentang haji. Jangan bergantung pada pembimbing semata. Karena keterbatasan waktu manasik, bisa saja materi yang diberikan masih sangat kurang.
Untuk manasik itu sendiri, saya tidak dapat menyarankan ikut KBIH mana, karena fenomena di atas nampaknya akan terjadi pada KBIH mana saja (minimal hingga detik saya menulis ini). Antar KBIH yang berbeda mungkin hanya masalah KBIH mana lebih terorganisir dengan baik. Untuk mencapai makna haji tetap harus dilakukan oleh pribadi calhaj secara utuh dan menyeluruh.
Semuanya memang kembali kepada motivasi dan semangat berhaji setiap orang. Pembaca dapat membaca pada artikel berikut : Jemaah Haji tak Perlu KBIH Kalau tidak Terpaksa.
Tapi ada satu KBIH yang bisa saya referensikan, walau saya pun tidak mengikuti KBIH tersebut. Karena saya telat mengetahuinya. KBIH ini berusaha untuk mengikuti haji seperti yang dicontohkan Rasulullah. Di antaranya mereka berusaha untuk tanajul (memisahkan diri : istilah depag) atau tarwiyah (istilah Rasulullah). Saya lebih suka menyebutnya tarwiyah. KBIH itu ialah PERSIS. Tapi saat ini, sudah banyak pula KBIH lain yang mencoba untuk istiqomah mengikuti sunnah Rasulullah. Silakan teman-teman mencari info dulu sebaik-baiknya.
Menurut saya pribadi, KBIH PERSIS berbeda dengan KBIH lain pada umumnya kebanyakan KBIH. Menurut info, KBIH Persis selalu bertarwiyah, mengikuti sunnah Rasulullah. Yaitu pada tanggal 8 Dzulhizah melakukan mabit di Mina, bukan di Arafah seperti yang DEPAG atau KBIH lain lakukan.
***
Lepas dari pro kontra masyarakat tentang syariat haji/KBIH mana yang lebih baik, berhaji benar-benar dikembalikan pada diri pribadi setiap orang. Agar tidak menyesal saat berhaji atau di kemudian hari, bekalilah diri dengan sebanyak-banyak ilmu, wawasan, pemahaman, dan latihan aplikasi berhaji serta berdoa cara lafziyah. Semoga Allah memudahkan kita semua. Amin.
Labels: Selama Manasik Haji


2 Comments:
Ibu Alivia yth,
Mohon bantuannya ya.... dari cerita yang saya baca, ibu tidak ikut KBIH, tapi tdk ada masalah yang prinsipil kan ?
Tapi saya baca juga bahwa Ibu memberikan saran kepada yang belum berangkat. agar ikut KBIH.
Untuk itu saya mohon penjelasannya ya Bu, Jazakillah
Assalamu'alaikum bu Meitty, salam kenal :)
Maaaf sebelumnya jika jadi membingungkan :). Yang saya tahu, jika di kota saya, ketika para calhaj sudah melunasi ongkos haji, maka otomatis mereka sudah membayar ongkos manasik haji yang diselenggarakan oleh DEPAG -- bukan KBIH-KBIH (sebesar Rp. 700-an kalau tidak salah, maaf kalau salah :) ).
Nah.. setelah itu, saya tidak lagi daftar KBIH manapun, tapi kemarin saya ikut manasik hajinya DEPAG saja. sampai di sini semoga dapat ditangkap :).
Jika calhaj ingin ikut KBIH, biasanya mereka mencari sendiri KBIH mana yang ingin diikuti, dan membayar biaya lagi sendiri, yang langsung dibayarkan pada KBIH tersebut. Dan kalau boleh, saya menganjurkan pilih KBIH yang bisa menyediakan pilihan tarwiyah (jika ingin mengikuti sunnah haji Rosululloh yaitu tanggal 8 Dzulhijjah di Mina).
Masalahnya jika ikut manasik haji yang diselenggarakan oleh DEPAG (tidak ikut KBIH), maka kemungkinan besar calhaj tidak dapat ikut tarwiyah (tgl 8 dzulhijjah tidak di Mina). Prinsip atau tidaknya tergantung keyakinan dan pemahaman calhaj itu sendiri.
Kalau bagi saya sendiri, karena Rosululloh 8 Dzul di Mina, maka berada di Mina adalah prinsip bagi saya agar dapat berhaji dengan sempurna.
Demikian ceritanya bu, semoga jadi lebih jelas ya :).
wassalam
Post a Comment
<< Home