Note : Bagi yang belum membaca artikel ini Rangkuman Kulit Haji. Silakan klik di sini.
Atau langsung baca artikel ini juga gak papa kok :). Godaan yang mungkin terjadi selama berhaji, di antaranya sbb:
1. Asap Rokok
Kebiasaan orang Indonesia yang satu ini benar-benar tidak dapat dihilangkan. Walau di bis ber AC, di hotel ber AC, bahkan di kamar ber AC pun, mereka masih merokok :(. Sayangnya, saya termasuk yang alergi rokok. Ketika ada asap rokok, pasti saya akan sesak nafas dan batuk terus-menerus. Tapi, saya tidak dapat protes pada mereka. Mengingat latar belakang seluk-beluk rokok di Indonesia yang ricuh. Dari yang mengharamkan, memakruhkan, memubahkan, hingga yang protes seolah peduli pendapatan negara dari cukainya, marah karena dilarang, dan akhirnya dianggap biasa saja, kebal kembali merokok. Saya hanya dapat bersabar dan berusaha sendiri bagaimana caranya agar saya tidak terganggu akibat rokok itu, dengan cara sehalus mungkin. Maklum.. kami sedang berhaji :).
2. Bercampurnya yang bukan muhrim
Dalam Islam hal tidak campur dengan yang bukan muhrim sebenarnya prinsip. Tapi ini bisa terjadi pada rombongan kami dan rombongan siapa pun. Saya dan salah satu teman saya – yang memegang prinsip hijab ini—berusaha nego dengan karom agar dapat dipisahkan dari yang bukan muhrim.
Misal, dalam hal tempat duduk di bis/pesawat, kami bersebelahan dengan muhrimnya. Atau dalam hal pembagian kamar, antara wanita dan pria dipisahkan.
Tapi, itu semua kembali pada keteguhan prinsip masing-masing. Dan kami tidak dapat berbuat lebih banyak lagi jika sudah tergantung maunya mereka bagaimana dan bukan menegakkan yang benar.
Mereka beralasan karena kondisi maka terpaksa harus bercampur. Padahal seharusnya karena kondisilah mereka berusaha untuk tidak bercampur, apalagi sedang berhaji. Dan ternyata masih bisa untuk tidak bercampur, dengan melihat berbagai fasilitas yang ada. Tapi itulah yang terjadi jika aturan Allah kalah oleh keinginan manusia. Ini sedikit gambaran kondisi orang-orang berhaji, walau tidak semuanya begitu.
3. Orang yang selalu protes
Protes tidaklah salah. Tapi seharusnya dapat melaksanakan protes dengan bijak. Menurutku, jika tidak dapat, maka lebih baik cukup berbicara secukupnya yang memberitahukan ketidaksetujuan kita dan memberikan solusi. Lantas setelah itu, berdoa kepada Allah agar dapat terjadi sesuai yang kita harapkan dan tidak pernah lepas dari berdzikir kepada Allah. Titik.
Dalam berhaji akan ditemukan hal seperti ini. Sebelumnya, saya pun tidak yakin mengingat ini adalah momen berhaji, apalagi ada yang sudah berhaji untuk ke sekian kalinya.
Tapi hal tersebut bukanlah jaminan. Ternyata manusia tetaplah manusia. Haji adalah haji. Justru karena berhaji, manusia diuji yang sangat berat di sini. Ujian itu hanya akan terasa ringan, jika benar-benar kita mengaplikasikan makna dan tatacara haji pada kehidupan kita sehari-hari. Tentu dengan berusaha sangat keras dan berlindung kepada Allah.
4. Orang yang suka mengumpat atau ngomongin orang di belakangnya.
Haji bukan sebuah infotainment :). Kita tidak perlu membicarakan mereka kecuali di hadapan mereka, dengan cara yang bijak dan mengajak mereka pada kebenaran. Tapi, di sekeliling kita akan terjadi hal demikian (dan saya juga yakin akan terjadi di antara teman-teman haji kita). Maka buatlah benteng dan alarm pada diri kita sendiri terhadap hal sia-sia dan berdosa seperti ini.
5. Orang yang suka mengeluh, tidak pernah bersyukur
Dalam haji semuanya sangat indah dan bermakna, sekalipun harus bermandikan darah. Tidak ada gunanya mengeluh. Ketika teman kita mengeluh pun, cukup kita mengingatkan dia dan membuat diri kita kembali bersabar. Allah akan menolong pada hambaNya yang benar-benar bergantung dan menyerahkan dirinya. Pasti.
6. Orang yang malas ke mesjid
Yang perlu ditekankan dalam berhaji, tidak ada setia kawan dalam hal ibadah. Ibadah dilakukan masing-masing, dan dipertanggungjawabkan sendiri di hadapan Allah. Tidak ada keringanan, kita tidak ke masjid karena teman kita sakit, dsb. Karena dokter kloter pun sudah selalu stand by, menjaga para calhaj di tanah suci.
Maka jika kita termasuk yang memiliki teman seperti ini, beliau malas ke masjid dengan berbagai alasan, pintar-pintar lah untuk menjaga diri dan tetap beribadah. Yang pada dasarnya malas ke masjid, mereka tentu banyak sekali alasan untuk mempengaruhi kita. Apalagi jika alasannya sakit dan sudah uzur.
Tapi keluarlah sejenak dari sikon itu, dan tengok ke masjid. Di sana, lebih banyak lagi para calhaj yang sudah tua renta, bahkan berkursi roda. Tapi mereka dapat mengerti, inilah kesempatan mereka berhaji, yang bisa jadi untuk terakhir kalinya dalam hidup mereka. Dengan semangat mereka, mereka ingin mempersembahkan yang terbaik kepada Allah dan untuk dirinya sendiri.
Jauhkan sifat-sifat rasa tidak enak kepada teman, rasa toleransi, rasa solidaritas, jika memang itu tidak ditempatkan pada alasan yang bukan haq.
Yang sakit pun tidak perlu khawatir tidak memiliki teman, di kamar sendirian. Karena ada dokter kloter dan asistennya. Mereka tentu akan dengan senang hati merawat kalian. Ada kamar yang bisa menjadi tempat istirahat, jika tidak berani di kamar sendirian. Tapi, sebenarnya di kamar sendirian pun, insyaAllah tidak akan terjadi apa-apa jika kita bisa menjaga diri.
7. Godaan/diganggu dari para lelaki Arab
Hal ini dapat dengan mudah dihindari hanya dengan salah satu cara, yaitu akhlak kita. Di antaranya :
1. Tidak mengobral senyum pada orang Arab. Sifat orang Indonesia pasti murah senyu. Tapi jangan digunakan di Arab. Selama di sana kita pasang wajah biasa aja pun tidak mengapa.
2. Jika menawar jangan terlalu banyak bicara. Pada dasarnya orang Arab menyukai wanita Melayu seperti kita. Apalagi jika harus mendengar rayuan maut ibu-ibu ketika menawar barang, dan belum dengan gelak tawa, senyum, serta gerak tubuh sang ibu dalam menawar. Hal ini tentu akan menarik perhatian orang Arab, bahkan bisa menjadi salah persepsi. Disangkanya kita suka pada mereka. Berhati-hatilah. Menurut pengalamanku dalam hal menawar barang, dimana aku jalan-jalan ke mana pun selalu sendiri, tidak perlu dengan hal di atas pun, saya sudah dapat menawar harga termurah seMadinah dan Mekkah untuk sebuah barang! Percaya atau tidak, itulah pertolongan Allah SWT. Subhanallah..
3. Pakai masker hidung ketika berjalan-jalan
4. Usahakan selama berhaji tidak berdandan, apalagi pakai lipstik warna merah menyala. Pasti pembaca tersenyum :). Tapi ini benar kenyataan, para ibu-ibu Indonesia pasti ada yang seperti ini. Sementara lingkungan luarnya adalah wanita bercadar atau orang-orang selain Indonesia (turki, pakistan, somali, india, dll) yang tidak memakai riasan wajah apa pun.
8. Tidak sendirian selama naik angkutan umum
Usahakan tidak pernah sendirian jika ingin naik bis/taksi/dsb. Tapi hal ini jangan sampai mengikat langkah kita untuk beribadah kepada Allah. Walau tidak ada teman yang satu kamar/satu rombongan/satu kloter yang mau pergi dengan kita. Maka tidak ada salahnya pergi sendirian ke mesjid, dengan syarat seperti di atas dan usahakan selalu ada teman dari Indonesia lain. Maksudnya tidak perlu harus teman satu rombongan. Beda kloter pun tidak masalah, jika sama-sama ingin pergi ke mesjid. Kita bisa berlagak sok akrab dan minta izin pada mereka, “Bolehkah saya ikut mereka karena akan pergi ke mesjid sendirian?”. Biasanya mereka akan tanggap dan senang hati, karena sangat maklum kondisi di Arab.
9. 10. 11.12. 13. 14. 15. Dst.Ddst.
Tentu banyak sekali godaan dan hambatan haji yang terjadi. Silakan ditambah sendiri :).
Tapi, sebenarnya apa yang benar-benar menjadi hambatan di tanah Arab?
Insya Allah tidak ada, selain godaan keimanan, kesholehan, akhlak itu sendiri. Sebenarnya semua yang terjadi adalah ni’mat, semuanya mudah, semuanya lancar, penuh hikmah, asal kita bisa membawa diri, menjaga diri, selalu berdzikir dan bergantung kepada satu-satunya zat yang patut kita takuti, yaitu Allah SWT.
Wassalam
Alivia
Labels: Proses Haji