4/06/2006

Rangkuman 'kulit' Haji

Menjalankan haji ternyata meninggalkan kesan yang mendalam dan cerita yang tidak ada habisnya untuk diceritakan. Seolah hingga mulut ini berbusa dan kering pun, cerita selalu ada. Benar kata orang, ceritanya seru-seru. Bisa membuat orang berdecak kagum seraya mengucap Subhanallah.. atas kejadian yang ruarrr biasa dan mustahil, tapi bisa juga membuat orang harus geleng-geleng kepala melihatnya, karena kejadian yang ruarr biasa dan saking mustahilnya juga. Kedua-duanya kejadian mustahil, tapi yang pertama mustahil karena atas berkahNya Allah, dan yang kedua mustahil karena seburuk-buruknya perilaku manusia yang dhoif.

Kompleksitas Haji

Haji meliputi semua aspek kehidupan, baik materil hingga non materiil, semua ada. Komplit bin komplit. Dari kehidupan bermasyarakat, interaksi sesama manusia, interaksi dengan Allah, keteguhan prinsip, perjuangan mempertahankan prinsip, psikologi, tipe kepribadian, manajemen, ambil keputusan cepat, hubungan pemimpin dan bawahan, organisasi, fisika, matematika, sampe ke survival hidup, pengalaman kemping, analisa sikon, ketrampilan, kedisiplinan, aturan basket (hehe.. bingung khan?), hingga ke persiapan, perbekalan, kekuatan fisik+mental dan strategi melawan musuh pun, semuanya ada :).

Persiapan Ruhani

Keimanan dan kesholehan plus stabil mental+fisik akan sangat menentukan. Orang yang memilki ilmu dan skill di atas, tanpa kedua hal tsb, maka ilmu yang sudah dicari+didapatnya sebelum haji, semuanya mubazir. Ada orang yang menjabat pemimpin di perusahaannya, direktur, staff, sampai ke yang tidak bekerja, bahkan guru, hingga para ustadz (yg biasa memberi ceramah) sekalipun, bisa saja terlibat hal-hal yang tidak edukatif dan aneh. Aneh, bener-bener aneh.

Sabar, Sholeh, tegar, kuat, istiqomah, tidak terpengaruh apa kata orang, semua yang dilakukan orientasinya hanya untuk Allah, dsb..dsb.. kumplit... benar-benar tidak boleh absen dari diri kita.

Persiapan Fisik

Fisik benar-benar harus dipersiapkan. Minimal mental yang baja untuk menempuh perjuangan fisik. Setiap saat uji mental fisik ini akan terus diuji. Lamanya menunggu di bandara, lama perjalanan di pesawat, jauhnya mesjid, harus berjalan selama berkilo-kilo, harus berdesak-desakan di antara jutaan manusia, harus mau didorong sana-sini , ditarik sana-sini oleh orang-orang yang berhaji, dsb, itu semua ujian yang harus dijalani.

Aku sering trenyuh tapi sekaligus kagum pada sang kakek dan nenek yang sudah sangat uzur, saling membantu, saling menguatkan dan masih rajin berlama-lama di mesjid demi ibadah. Yang masih rajin mengejar thowaf walau harus berdesak-desakkan. Aku kagum atas kebersamaan mereka dan semangat serta pertahanan mereka. Ada teman sebelahku di mesjid. Letak penginapan sama jauhnya denganku, karena memang hanya beda beberapa rumah saja denganku. Tapi mereka berdua selalu berjalan ke mesjid, dan tidak mau naik bis. Entah apa sebabnya, tapi aku kagum pada kekuatan dan semangat mereka berdua. Subhanalllah..

Bersyukurlah yang dapat pergi haji ketika muda. Haji yang ideal sebenarnya ketika berusia muda. Jika dapat pergi, jangan ditunda lagi. Rizki itu ditangan Allah, dengan haji harta kita tidak akan berkurang. Insya Allah..


Godaan Haji

Dalam haji juga diperlihatkan dari yang terni'mat sampai yg 'terkacau' pun ada :).
Alhamdulillah, yang bagian terkacau ini, saya dijauhkan dan dapat dipisahkan dari sikon itu—diselamatkan dari sikon yang bathil. Alhamdulillah juga, saya dapat menonton dan mendengar -- diperlihatkan -- bagian yang terkacau itu.

Coba kalau saya ada di antara para pelaku, mungkin saya tidak bisa jadi penonton dan akan merugi. Karena dengan menjadi penonton, maka akan lebih bisa ambil pelajaran, ambil penilaian, dan melihat celah-celah yg lebih baik yang dapat dikerjakan dari apa yang ditontonnya.
Selengkapnya dapat di baca di godaan selama berhaji.


Kejadian sehari-hari Haji

Kejadian-kejadian yang terjadi, pasti semua ada hikmahnya. Dan semua sudah benar-benar diatur dan sudah yang terbaik (walau bentuknya kesulitan/kesedihan sekalipun). Benar-benar ditampakkan dari episode awal yang susah -- asal kita sabar, lalu tau2 langsung ditampakkan episode akhirnya, dan alhamdulilah happy ending aja :).

Semua kemungkinan dapat terjadi. Dari yang "memang mungkin" terjadi--kemudian dimudahkan, hingga yang "tidak mungkin terjadi" (impossible) tapi ternyata bisa terjadi dan masih dimudahkan juga. Subhanallaaah..

Alhamdulillah saya dipertontonkan bagaimana tipe orang yang harus selalu ketakutan, ragu, sakit, lemah, dsb, dimana segala sesuatunya selalu disulitkan. Lagi-lagi, karena jadi penonton, alhamdulillah saya bisa mengambil hikmah2nya dan berperilaku jangan sampai jadi seperti mereka-mereka.


Akhir kata

Alhamdulillah selama di sana benar-benar lancar bin lancar, dimudahkan semuanya, dan terutama dipisahkan dari yang bathil. Semoga hingga akhir hayat. Aamin. Terima kasih atas doa dari temen2 semua ya.

Kumplit deh, benar-benar kumplit ceritanya. Never ending story .

Untuk saya pribadi, saya benar-benar malu pada Allah. Karena benar-benar nyata sekali kasih sayangnya (sementara saya blm usaha sama sekali). Malunya lagi ditambah karena melihat kejadian mustahil (tapi benar-benar nyata sekali), yaitu terjadi kehidupan yang jauh sekali menyimpang dari aturanNya, padahal Beliau yang sudah begitu pengasihNya-- memberi kesempatan haji pada mereka.

Apakah begitu dahsyatnya pergulatan hidup antar manusia sehingga dapat membuat manusia berperilaku begitu, yang katanya lagi ibadah ke Allah. Masya Allah.. Wallahu'alam.

Kesan Haji

Berhaji Benar-benar full, lengkap, subhanallah..
Dengan berhaji :
1. benar-benar bagus sekali untuk intropeksi kehidupan kita selama ini dan yang akan datang
2. merupakan evaluasi dan sekaligus ujian kita untuk naik ke kelas berikutnya -- selama pembelajaran hidup kita sebelum pergi haji
3. kontrol dari Allah terhadap apa yang kita perbuat
4. sebagai ajang latihan hal-hal yang baru, belajar ilmu yang baru.
5. dapat fokus pada apa yang sedang kita perbuat
6. melakukan perjuangan dan sekaligus langsung diperlihatkan hasil-hasilnya apa yg kita ambil sebagai keputusan dan jalan hidup kita. Subhanallaah..

Hingga saat ini, saya sangat merindu, ingin ke sana lagi. Benar-benar merasa kehilangan pola hidup yang seperti itu. Jika para pembaca mampu untuk pergi, tolong jangan ditunda lagi. Bakal nyesel seumur hidup jika menunggu semuanya sempurna dan nunggu berumur :).

Saya berani bilang begini, karena panggilan haji ternyata memang benar-benar terbukti hanya akan terjadi pada orang yang terpanggil untuk berhaji. Walau kita mampu, tapi belum terpanggil untuk haji.. tidak akan pernah terwujud hajinya itu.

Tapi, walau kita tidak mampu untuk berhaji, tetapi selalu merindu pasti bisa berhaji, insyaAllah.. Allah yang akan memberikan hadiah terbesar itu pada saatnya kelak dan diwaktu yang sangat tepat. Percayalah.. :).

Wassalam
Alivia

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

<< Home