Harapan Berhaji
Pesan-pesan tersebut selalu berulang saya dengar. Apalagi saya akan pergi sendirian. Jadi pesannya benar-benar ditekankan.
Sementara itu, saya selalu berharap di haji nanti, haji saya tidak mubazir. Tapi saya berharap :
* dapat memaknai haji dengan sebenar-benarnya
* dapat mengikuti seluruh yang dicontohkan oleh Rasulullah
* dapat selalu ke mesjid setiap waktu sholat
* dapat beribadah dengan sungguh-sungguh
* dapat mengoptimal menggunakan waktu dan tenaga saya
* dapat selalu sehat
* dapat pergi ke mana saja, yang saya mau jika saya butuhkan
* dapat mengatur jadwal sehari-hari saya dengan sebaik-baiknya
* dapat menyelesaikan semua program ruhani sehari-hari saya
* dapat melaksanakan seluruh ibadah dari yang wajib hingga sunnat
* dapat.. dapat.. dapat..
Ah.. terlalu banyak harapan.
Padahal..
Jika saya mau memenuhi harapan tersebut, tentu banyak pesan yang akan dilanggar.
Sebab saya berpikir dalam satu rombongan, dimana terdiri banyak orang, banyak kepala, banyak keinginan, yang berbeda latar belakang, tujuan, motivasi dan target, tentu sangat tidak mungkin saya harus bersama satu rombongan terus.
Tapi keyakinan bahwa Allah akan menolong dan mempermudah segala urusan jauh lebih kuat bergaung daripada kekhawatiran pada pelanggaran pesan. Oleh sebab itu, sejak dari manasik haji di tanah air, saya sangat yakin bahwa saya nanti akan dihadapkan pada situasi semua serba sendirian.
Untuk itu, saya harus meneguhkan tekad dan prinsip dari saat ini, apa yang ingin saya raih dari berhaji, maka berjuanglah untuk meraihnya. Tidak peduli apakah itu harus sendirian sekalipun. Insya Allah, Allah akan membantu umatNya yang berusaha.
Sehingga ketika mendengar pesan jangan sendiri-jangan sendiri, walau saya mengangguk ketika diperintah bahwa saya jangan sendirian.Tapi dalam benak saya, saya malah berpikiran bahwa saya harus bisa sendiri, ditambah mengingat fenomena sikap-sikap para calon jamaah haji. Saya tidak mau bergantung pada orang lain untuk sholat saya, berdoa saya, ibadah saya, ngaji saya, kegiatan saya, dsb.
Dari sejak itu pula, sudah terbayang betapa saya akan berjuang sendirian selama di tanah suci. Dalam lubuk hati kecil, tidak lupa saya selalu berdoa agar saya bisa menghadapinya, demi meraih cita-cita berhaji yang saya dambakan.Kabulkanlah ya Allah.Amin.
Wassalam
Alivia
Labels: Persiapan Haji


0 Comments:
Post a Comment
<< Home