4/25/2006

Tahun Baru di tanah suci Makkah

Tahun baru di tanah suci Makkah tidak seperti di Indonesia. Di mana di Indonesia, setiap pergantian tahun pasti akan dirayakan sangat meriah. Semua stasiun televisi akan berlomba-lomba menampilkan yang terbaik dan terame. Suasananya sangat hiruk pikuk, mewah, apalagi kalangan muda, mungkin mereka sudah mengadakan konvoi malam-malam, berpesta hingga malam, sengaja untuk menunggu detik-detik jam 12 malam tiba.

Lain dengan di tanah suci Makkah. Malam tahun baru dilewati dengan senyap. Sunyi sekali. Kami semua bahkan sampai lupa bahwa malam ini adalah malam tahun baru. Hari ini adalah tanggal 1 Januari tanda tahun baru sudah tiba. Sama sekali tidak ada pengumuman apa pun apalagi acara yang meriah di stasiun tv Arab Saudi. Kebetulan saya dapat menonton acara tv di rumah tante :).

Tahun baru di tanah suci Makkah sangat sepi!Yang terjadi adalah, kami dan penduduk Arab lainnya, masing-masing tetap dalam kekhusyuan pergi ke masjidil Haram dan beribadah mendekatkan diri kepada Allah.

Malam tahun baru malah sangat sepi jika dibandingkan Senin malam dan Kamis malam. Pada malam-malam itu malah lebih meriah dibandingkan daripada malam tahun baru. Ketika hari senin dan kamis, saat magribnya, orang Arab terbiasa untuk buka shaum senin kamis di masjid. Mereka berkumpul bersama dengan membawa makanannya, berbuka bersama di masjid. Bahkan mereka selalu membagikan makanannya pada setiap jamaah masjid. Betapa indahnya suasana itu.. kapan dapat terjadi di Indonesia? [Alivia]

Labels:

4/18/2006

Pertokoan di Makkah dan Jeddah Diserbu Jamaah Haji

Arifin Asydhad - detikcom
http://www.detiknews.com/berita

Arab Saudi - Setelah pelaksanaan ibadah haji usai, para jamaah haji, termasuk jamaah haji Indonesia mulai sibuk berbelanja barang-barang sebagai oleh-oleh untuk
tetangga dan kerabat di kampung halaman. Mereka menyerbu sejumlah pertokoan di Kota Makkah.

Kawasan pertokoan menjadi tempat yang paling ramai oleh jamaah haji, selain Masjidil Haram. Di Makkah, ibaratnya semua jalan adalah kawasan pertokoan. Maka tak heran, bila semua kawasan menjadi ramai. Semua toko selalu terisi oleh para jamaah haji yang berbelanja.

Seperti dilaporkan wartawan detikcom, Arifin Asydhad langsung dari Saudi Arabia, salah satu kawasan pertokoan yang paling ramai adalah kawasan Pasar Seng, yang berada di kawasan Masjidil Haram. Pengunjung di pasar ini selalu membludak, apalagi di saat menjelang dan seusai salat lima waktu.

Rombongan jamaah haji Indonesia tampak mendominasi pasar ini. Jamaah haji Indonesia sangat mudah ditemui di setiap sudut pasar. Toko pakaian perempuan, jam tangan, emas, dan cindera mata tampak paling ramai.

Untuk urusan belanja ini, para jamaah haji Indonesia juga memburu hingga Kota Jeddah, sekitar 1 jam perjalanan lewat darat dari Kota Makkah. Di Jeddah, memang dikenal ada pasar yang dikabarkan berharga miring. Pasar itu bernama Pasar Balad.

Pasar Balad ini memang cukup luas. Ada lokasi khusus seperti mal. Tapi, ada juga lokasi pasar tradisional. Di pasar tradisional inilah, barang-barang bisa didapatkan dengan harga yang lebih murah.

Biasanya, para jamaah haji yang masih menginap di Kota Makkah terpaksa menyewa bus untuk menuju pasar ini. Saat detikcom berkunjung ke pasar ini, Senin (16/1/2006) lalu, sejumlah jamaah haji BPIH Khusus (ONH Plus) juga tampak berbelanja di pasar Balad ini.

Salah satu toko yang cukup dikenal di Pasar Balad ini adalah Toko Ali Murrah. Pelayannya, bisa berbahasa Indonesia. Di toko ini dijual berbagai barang, seperti pakaian, sajadah, peci, kerudung, minyak zaitun, karpet, dan lain-lain.

Toko ini sudah menjadi langganan jamaah haji Indonesia. Para pramugari Garuda juga sering berbelanja di tempat ini. Harganya memang lebih murah dibanding toko-toko lain. "Saya senang dengan orang Indonesia, karena saya pernah lama tinggal di Indonesia. Saya kasih harga murah," kata Ali, pemilik
toko yang berasal dari Bangladesh ini.
(ahm)

Labels:

Jamaah Haji di Makkah Berkurang, Masjidil Haram Masih Ramai

Arifin Asydhad - detikcom
http://www.detiknews.com/berkurang

Makkah - Meski proses haji sudah selesai, namun suasana Masjidil Haram masih ramai. Sebagian besar jamaah haji dari berbagai negara masih tinggal di Makkah, baru
sebagian kecil saja yang sudah pulang ke negaranya masing-masing.

Sebagian besar jamaah haji Indonesia hingga kini juga masih berada di penginapan-penginapan di Makkah. Hingga Kamis (19/1/2006) pagi, baru sekitar 19.000 jamaah dari total 203 ribu jamaah haji yang sudah meninggalkan Arab Saudi. Para jamaah yang kembali ke Tanah Air ini tergabung dalam 48 kloter.

Setiap hari, jumlah jamaah haji yang berada di Makkah akan berangsur-angsur berkurang. Jamaah haji Indonesia sendiri setiap harinya akan meninggalkan Arab Saudi rata-rata 18 kloter. Dan mulai tanggal 19 Januari 2005, jumlah jamaah haji Indonesia yang berada di Makkah akan semakin berkurang drastis.

Sebab, selain ada jamaah haji yang pulang ke Indonesia, sebagian jamaah haji yang masuk dalam gelombang II juga sudah mulai meninggalkan Makkah menuju Madinah. Para jamaah haji gelombang II ini akan berada di Madinah sekitar 8 hari untuk beribadah di Masjid Nabawi dan berziarah di sejumlah tempat bersejarah. Setelah dari Madinah, mereka akan dipulangkan ke Tanah Air.

Berdasarkan jadwal pemulangan jamaah haji dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang diterima reporter detikcom di Makkah, Arifin Asydhad, jamaah haji gelombang I terakhir meninggalkan Makkah dan terbang menuju tanah air pada 28 Januari 2006. Sementara jamaah haji gelombang II yang terakhir kali meninggalkan Makkah untuk menuju Madinah pada 2 Februari 2006. Sedangkan jamaah haji gelombang II paling akhir dijadwalkan meninggalkan Arab Saudi pada 11 Februari 2006.

Selain jamaah haji Indonesia, jamaah haji dari negara-negara lain juga sudah meninggalkan Arab Saudi dan kembali ke Tanah Airnya. Meski begitu, suasana di
Masjidil Haram, hingga Selasa (17/1/2006) kemarin, masih tampak ramai dan berjubel oleh jamaah haji. Namun, bila dibandingkan dengan saat puncak ibadah
haji, jelas jumlahnya berkurang.

Para jamaah haji masih berjubel melakukan tawaf, baik tawaf sunnah, tawaf ifadhah, maupun tawaf wada'. Halaman dalam di seputaran Kabah dipenuhi jamaah haji setiap saat. Namun, jamaah haji yang melakukan tawaf di lantai dua dan tiga sudah jauh berkurang.

Para jamaah haji juga banyak yang melaksanakan umrah sebelum mereka meninggalkan Makkah. Ini terlihat dari sebagian jamaah Masjidil Haram yang mengenakan pakaian ihram. Para jamaah haji yang melakukan sai dari bukit Safa menuju bukit Marwah di lantai dasar juga masih tampak padat. Sementara di lantai dua terlihat agak lengang.

Bus-bus umum dengan trayek Aziziyah-Masjidil Haram PP juga masih tampak laris manis. Para jamaah haji Indonesia masih memenuhi bus-bus ini, terutama saat
datang waktu salat lima waktu. Namun, rebutan untuk menaiki bus ini sudah berkurang dibanding saat puncak proses ibadah haji beberapa hari lalu. (nrl)

Labels:

4/08/2006

Seputar Makkah Sesudah Hajian

Selamat membaca :)

Jamaah haji berkurang
Pertokoan di Makkah dan Jeddah diserbu



back to hajiku

Labels: